Berita Hulu Sungai Utara

Warga Ini Harus Berhati-hati Saat Lewat Tebing Liring

Selama ini jalan Desa Guntung dan Tebing Liring Kecamatan Amuntai Utara banyak digunakan oleh masyarakat

Warga Ini Harus Berhati-hati Saat Lewat Tebing Liring
BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati
Jembatan timbang Tebing Liring, Hulu Sungai Utara. Foto diambil Sabtu (25/11/2017)

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Selama ini jalan Desa Guntung dan Tebing Liring Kecamatan Amuntai Utara banyak digunakan oleh masyarakat untuk jalan alternatif menuju Kecamatan Balangan.

Terlebih saat ada kegiatan di Kecamatan Balangan seperti saat pengajian, bahkan warga dari Kabupaten Tabalong pun melintasi jalan tersebut, karena lebih dekat dibanding dengan melewati pusat kota Amuntai.

Sayangnya jalan tersebut saat ini sulit untuk dilalui, karena banyaknya jalan yang telah berlubang.

Diah, Warga desa panangkalaan yang sering melewati jalan tersebut mengatakan kesulitan untuk cukup kesulitan untuk melewati menggunakan kendaraan roda empat.

Terlebih saat berpapasan dengan kendaraan lain, dibagian kiri dan kanan jalan juga telah rusak sehingga tak ada pilihan dan harus melewati jalan tersebut. Di beberapa titik dekat dengan TPA Tebing Liring kerusakan Jalan cukup parah.

Baca: Kata Fakhri Husaini Usai Timnas U-16 Indonesia Kalah Jepang, Jumpa Vietnam di Final Jenesys 2018

Jalan yang berlubang sangat dalam sehingga harus lebih berhati-hati. Beberapa jenis mobil terkena aspal di bagian bemper depan. Hal ini jelas sangat mengganggu pengguna jalan dan cukup membahayakan.

"Apalagi saat musim penghujan jalan yang berlubang tersebut digenangi oleh air tak sedikit Pengendara kendaraan roda dua yang terjatuh akibat lubang yang cukup dalam," ujarnya.

Diah berharap jalan tersebut bisa segera diperbaiki mengingat secara rutin dirinya melintasi jalan tersebut.

Minimal satu minggu sekali karena menghadiri kegiatan pengajian rutin. Ditambah jika ada keperluan lain di Kabupaten Balangan.

Dirinya menambahkan Jalan semakin rusak akibat seringnya melintasi oleh truk yang membawa angkutan baik berupa sampah yang menuju TPA Tebing liring ataupun truck yang membawa tanah uruk.

Terpisah Kepala Desa Tebing Liring Muryadi mengatakan jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang menghubungkan antar kabupaten. Karenanya pihak desa dan pemerintah daerah tidak bisa melakukan perbaikan.

"Kadang warga secara swadaya menguruk menggunakan material seadanya seperti tanah, namun tidak lama jalan tersebut rusak kembali," ujarnya.

Pihaknya telah meminta kepada pemerintah daerah untuk mebgusulkan ke pemerintah provinsi untuk dilakukan perbaikan.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help