Berita Tanahlaut

Anggota Panwascam Disuruh Nongkrong di Terminal dan Catat Nomor Polisi Angkutan, Untuk Apa?

peserta bimbingan teknis penanganan pelanggaran tahapan pilkada serentak di Balairung Tuntungpandang, Senin (12/3/2018)

Anggota Panwascam Disuruh Nongkrong di Terminal dan Catat Nomor Polisi Angkutan, Untuk Apa?
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
peserta bimbingan teknis penanganan pelanggaran tahapan pilkada serentak di Balairung Tuntungpandang, Senin (12/3/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Striker di kaca belakang mobil taksi bertempel gambar pasangan calon dipertanyakan peserta.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, peserta bimbingan teknis penanganan pelanggaran tahapan pilkada serentak di Balairung Tuntungpandang, Senin (12/3/2018), ragu menindak.

Terkait pertanyaan itu, anggota Bawaslu Kalsel, Aris Mardiono menjelaskan kalau imbauan selama ini sudah dilayangkan Panwaslu Kabupaten Tanahlaut.

Maka, tugas Panwascam dan pengawas pemilu lapangan (PPL) yang melakukan pendataan.

"Nongkrong di terminal dicatat nomor polisi mobil yang ada striker bergambar pasangan calon peserta Pilkada. Nanti sampaikan dengan Panwaslu Kabupaten Tanahlaut untuk disampaikan kepada tim sukses pasangan calon. Kalau perlu disertai dengan nama sopirnya," ujar Aris Mardiono.

Baca: Link Live Streaming RCTI Indonesian Idol 2018 Babak Spektakuler Show Top 6 Malam Ini 21.00 WIB

Aris Mardiono menjelaskan kalau imbauan sudah tidak diindahkan oleh pasangan calon peserta Pilkada. Maka, langkah tegas berupa surat teguran harus dilayangkan agar striker itu dilepas.

Dalam penanganan pelanggaran tahapan pilkada serentak di Kabupaten Tanahlaut, Aris mengatakan panwascam dan pengawas pemilu lapangan (PPL) harus patroli khususnya saat masa tenang.

Masa tenang itu, ungkap Aris paling banyak terjadi pelanggaran tahapan pilkada serentak. Sebab, selama masa tenang tidak diperkenankan peserta Pilkada berkampanye atau mengajak masyarakat atau mempengaruhi masyarakat untuk memilih.

"Jika Panwascam dan PPL tidak berani menindak mobil yang ada striker. Minta bantuan aparat Dinas Perhubungan atau aparat kepolisian," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved