Home »

Kolom

» Tajuk

Dua Sisi Gambut

GAMBUT. Kalau mendengar istilah atau kata ini, otak kita urang Banua menangkapnya sebagai nama kecamatan di Kabupaten Banjar

Dua Sisi Gambut
BPost Cetak
Ilustrasi 

GAMBUT. Kalau mendengar istilah atau kata ini, otak kita urang Banua menangkapnya sebagai nama kecamatan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terdiri atas duabelas desa dan dua kelurahan. Nama kelurahannya pun juga Gambut.

Kalau kita searching ‘mbah’ google dengan keyword gambut, muncul info dua sisi makna gambut. Pertama, Gambut nama daerah di Banjar. Kedua, gambut jenis tanah atau lahan yang kaya bahan organik terbentuk dari sisa makhluk hidup yang mati.

Nah, bicara lahan gambut, banua kini dilanda kerisauan. Lagi-lagi itu karena dua sisi gambut. Kemarau, berpotensi memunculkan kebakaran lahan gambut. Hujan, menjadi banjir. Gambut pun bisa memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, tapi juga bisa berbalik memunculkan bencana.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan karakteristik lahan gambut. Tuhan pencifta semesta alam telah menciftakan bumi seisinya dengan sebaik-baik penciftaan alam yang seimbang.

Firman-Nya dalam Alquran, ”Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan sia-sia” (Surah Sad:27). Kemudian dalam surah Ar Rum: 41, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Sumber Badan Restorasi Gambut dan Tim Restorasi Gambut Daerah Kalsel, membeberkan total lahan rusak: 105.023 hektare. Kawasan gambut yang utuh hanya tersisa: 33.398 hektare.

Belum lagi tekanan pemukiman dan pengembangan perumahan. Ekspansi perkebunan kelapa sawit dengan HGU-nya.

Restorasi lahan gambut, upaya mengembalikan fungsi lahan gambut, tindakan tepat. Lalu, kinerja Badan Restorasi Gambut (BRG) Kalsel disorot. Sejumlah wilayah gambut di beberapa kabupaten belum satupun direstorasi. Kebakaran lahan gambut dan banjir, jadi momok di banua ini. Alive Yoesfah Love, Kepala BPBD Balangan menyebut ada empat kecamatan di wilayahnya terdapat lahan gambut sering terbakar.

Kondisi sebaliknya, di Kecamatan Gambut Banjar, sering kebanjiran. Apa yang salah? Meski Pemkab Banjar sudah ada Perda No 1/2014 tentang Bangunan Panggung, namun hingga kini belum ada peraturan bupatinya.

Saut Nathan Samosir, ketua Tim Restorasi Gambut (TRG) Kalsel berdalih belum adanya payung hukum membuat gerak tugas timnya menjadi terbatas. Dia mengaku telah mengusulkan adanya perda lahan gambut ke DPRD Kalsel.

Bagaimana DPRD Kalsel merespons pengusulan raperda BRG. Rosehan NB, Ketua BP Perda DPRD Kalsel menyatakan sudah rapeda digodok dan kini masih diproses. Publik tentu berharap, jika memang payung hukum dimaksud dapat menaungi kinerja BRG dalam mengembalikan fungsi lahan gambut hingga dapat meminimalisir potensi kebakaran dan banjir, tidak ada alasan wakil rakyat lambat memproses penerbitan perda. Harus digenjot demi penyelamatan lingkungan dan masyarakat banua. (*)

Tags
Tajuk
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help