Mengemis di Malaysia Dijadikan Karier dan Ini Jumlah Fantastis Penghasilan Mereka Sebulan

para pengemis juga sering dikatakan mengubah lokasi untuk melakukan aktivitasnya agar tidak diperhatikan oleh pihak berwajib.

Mengemis di Malaysia Dijadikan Karier dan Ini Jumlah Fantastis Penghasilan Mereka Sebulan
Kolase Erabaru Malaysia
Pengemis di Malaysia 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kegiatan pengemis sekarang dianggap sebagai karier bagi beberapa individu setelah menghasilkan sekitar RM 10.000 (sekitar Rp 35.257.453,7 dengan perhitungan RM 1 sama dengan Rp 3.525.75 per 13 Maret 2018) per bulan dengan mengemis di persimpangan lampu lalu lintas di sekitar kota Johor Bahru, Malaysia.

Bahkan, para pengemis juga sering dikatakan mengubah lokasi untuk melakukan aktivitasnya agar tidak diperhatikan oleh pihak berwajib.

Sebenarnya, mereka dikatakan melakukan aktivitas ini pada waktu-waktu tertentu saja.

Menurut Normawarni Mahat, Petugas Kesejahteraan Sosial Johor Bahru (JKM), pengemis menjadikan kegiatan ini sebagai 'karier' yang hasilnya sangat menggiurkan.

Baca: BREAKINGNEWS: Bripka SP Ditangkap di Palangkaraya, Malam Ini Mau Dibawa ke Banjarmasin

"Padahal, lokasi (persimpangan lampu lalu lintas) juga memudahkan mereka untuk melarikan diri jika dilengkapi dengan kendaraan penegakan hukum terutama saat kemacetan lalu lintas," katanya.

Kolase oleh Erabaru Malaysia
Kolase oleh Erabaru Malaysia (Zain Ahmed/NST)

Normawarni menambahkan, "Kami berharap orang tidak dapat cukup simpatik karena mendorong kelompok tersebut untuk memilih cara mudah mendapatkan sumber keuangan mereka dan menjaga agar tidak terlepas dari aktivitas mereka."

Sejak tahun lalu, JKM dilaporkan telah menerima 10 keluhan dari masyarakat tentang kegiatan yang sering dilakukan di persimpangan lampu lalu lintas di sekitar Johor Bahru tersebut.

Baca: LIVE STREAMING FLC Thanh Hoa vs Bali United Malam Ini 17.30 WIB - Link Live Streaming RCTI di Sini

Melalui pengaduan yang diterima, dia berhasil menyelamatkan beberapa pengemis, yaitu dua wanita Rohingya berusia 30 tahun, empat anak berusia enam bulan sampai tiga tahun, seorang pria cacat (OKU) dari Vietnam dan tiga pria lokal berusia antara 50 sampai 60 tahun.

Jelas Normawarni seperti dikutip BPost Online dari Erabaru Malaysia, ketiga orang Malaysia tersebut ditangkap pada 2016 atas pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Rakyat Papa 1977.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, mereka diketahui terlibat dalam kegiatan tersebut karena masalah keuangan yang timbul karena tidak ada pekerjaan tetap, kecanduan alkohol dan juga mantan pecandu narkoba.

Namun JKM tidak memiliki informasi rinci untuk membuktikan apakah para pengemis itu dilindungi oleh sindikat tertentu atau tidak. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved