Home »

Video

Berita Banjarbaru

NEWSVIDEO - FMIPA ULM Sulap Sampah Plastik Jadi Bensin dan Solar

Siapa sangka dari bahan limbah yang sulit untuk dibaurkan, limbah plastik bisa diolah menjadi energi terbarukan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Siapa sangka dari bahan limbah yang sulit untuk dibaurkan, limbah plastik bisa diolah menjadi energi terbarukan. Sebuah penemuan terbaru dari jurusan Kimia FMIPA ULM bersama SMK PGRI Banjarbaru yaitu bahan bakar dari limbah plastik.

Plastik yang dipakai pun beragam, mulai dari botol, kantong plastik dan lain-lain. Bahan ini juga bukan plastik baru, melainkan sampah yang sudah dibersihkan.

Salah satu anggota tim, Nurul Qamariah mengatakan bahan bakar ini merupakan ide bersama dengan dosen pembimbing mereka yaitu Tanto Budi Susilo. Awal mula munculnya ide membuat limbah plastik ini menjadi sampah berasal dari keprihatinan mahasiswa melihat sampah yang bertebaran di Banjarbaru khususnya Sungai Kemuning di Kampung Pelangi.

Baca: Kronologi Penangkapan Bripka SP, Oknum Polisi yang Larikan Tahanan Narkoba

Setelah diambil sekaligus untuk membersihkan sungai, sampah plastik dibersihkan dari tanah dan sampah organik yang terdapat di dalamnya.

"Ini sekaligus untuk mengurangi sampah yang ada di Kota Banjarbaru," ujar Nurul, Selasa (13/03).

Dilanjutkan dosen pembimbing penemuan bahan bakar dari limbah plastik, Tanto Budi Susilo, bahan bakar yang bisa dihasilkan adalah bensin, solar dan sisanya adalah aspal.

Sampah bersama oli bekas dimasukkan ke dalam reaktor pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar kemudian dipanaskan dengan suhu lebih dari 200 derajat selsius. Setelah itu bahan bakar disalurkan melalui belalai gajah oleh alat reaktor dengan bahan baja tebal tersebut.

Baca: Jadwal Siaran Langsung SCTV Manchester United vs Sevilla Leg 2 16 Besar Liga Champion Malam Ini

Penyaluran bahan pun dibagi dua, bensin dan solar. Khusus bahan bakar yang lebih ringan akan masuk ke selang untuk bensin, dan bahan yang lebih berat masuk ke selang solar. Sisanya adalah aspal. "Masa bensin itu lebih ringan daripada solar jadi dia lebih tinggi naiknya," jelas Tanto.

Bahan bakar yang keluar memang masih belum murni karena masih bercampur dengan air. Bahan yang keluar kemudian dipisahkan antara air dan bahan bakar.

Dalam satu ton sampah plastik bisa menghasilkan 3/4 nya adalah bahan bakar dan 1/4nya adalah aspal.

"Membuatnya menjadi bahan bakar perlu dua jam pengerjaan, nanti akan dipisahkan antara bensin, solar dan air," ujarnya.

Bahkan bakar ini ujarnya sudah ia coba di sepeda motornya dan mesin gensetnya. "Selama ini bekerja dengan baik, untuk bensin. Cuma untuk solar jika dimasukkan ke mesin genset asapnya ngebul seperti asap sate," jelasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help