Berita Banjarmasin

Optimistis Mimpi Zero Kumuh Terlaksana

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalsel melakukan identifikasi untuk menata wilayah kumuh di tahun 2018 ini.

Optimistis Mimpi Zero Kumuh Terlaksana
banjarmasinpost.co.id/huda
Konfrensi Pers di Bappeda Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalsel melakukan identifikasi untuk menata wilayah kumuh di tahun 2018 ini.

Sebagaimana program nasional, tahun 2019 mendatang ditarget Indonesia nol kumuh alias zero.

Namun, menurut Kepala Disperkim Kalsel, Arifin Noor, sulit untuk merealisasikan nol kumuh tersebut dengan alokasi anggaran yang ada.

"Kami tahun ini diberikan alokasi anggaran sebesar Rp40 miliar. Yang terdiri dari Rp15 miliar untuk perencanaan dan identifikasi wilayah kumuh, sisanya atau Rp25 miliar untuk kegiatan penanganan wilayah kumuh," jelas Ariffin Noor di sela Konfrensi Pers di Bappeda Provinsi Kalsel, Selasa (13/3/2018).

Baca: Guru Edan, Ajarkan Masturbasi pada Murid SD, Pantas Dapat Hadiah Ini dari Polisi

Mengapa program bebas kumuh tersebut sulit dicapai? Menurut Arifin dikarenakan luasnya wilayah yang termasuk dalam kategori kumuh.

"Sebab begini, di areal keseluruhan yang masih kumuh dan dengan alokasi anggaran yang tadi, baru satu persen bisa dicapai. Tapi, nanti ini juga dibantu oleh kabupaten kota, mereka kami dorong untuk bersama-sama menangani itu," kata dia.

Baca: Ayah Mitha The Virgin Ingin Bertemu Setelah Lama Berpisah, Begini Kisahnya dengan Ibu Mitha

Arifin menjelaskan, berdasarkan kewenangan dan pendataan sementara, lingkungan kumuh ada 34 ribu hektare. Dikatakannya, ada beberapa kriteria yang termasuk kategori kumuh, yaitu, jalan lingkungan, drainase, sanitasi, ruang bermain, persampahan, dan penerangan jalan.

"Ini yang kita kejar, untuk ditingkatkan. Memang kami provinsi tidak memiliki wilayah. Karena semua wilayah berada di kabupaten kota. Tapi, jika kekumuhan di atas 10 hektare itu bisa kami tangani. Kalau di bawah itu kewenangan kabupaten kota," ujarnya seraya menjelaskan tahun kemarin sudah dilakukan pendataan sementara untuk wilayah kumuh ini.

Baca: Wah Putri H Isam Geram Karena Keluarganya Dikaitkan dengan Syahrini

Arifin mengatakan, sebagaimana keinginan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor kawasan permukiman minimal ada tempat ruang terbuka hijau yang bisa digunakan untuk bermain dan berolahraga.

Dengan adanya tempat ini, lanjut Arifin, maka aktivitas masyarakat lebih dekat dengan keluarga dan dapat dikontrol oleh orangtua.

(banjarmasinpost.co.id/huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help