Redupnya Kerajinan Getah Nyatu

Ketika Kerajinan Getah Nyatu Mulai Redup dan Sudah Tak Diperhatikan Lagi

Pada tahun 1980 an, sepanjang bantaran Sungai DAS Kapuas, Kecamatan Kapuas Hilir sempat menjadi pusat kerajinan

Ketika Kerajinan Getah Nyatu Mulai Redup dan Sudah Tak Diperhatikan Lagi
jumadi
Beginilah proses pembuatan kerajinan getah nyatu. Bahan dasar getah nyatu dimasukkan ke dalam air mendidih (wajan) agar bisa lentur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Kerajinan tradisional seperti getah nyatu di Kabupaten Kapuas, Kalteng, tampaknya mulai mengalami penurunan. Itu disebabkan sulitnya untuk mendapatkan bahan baku. Kalaupun ada jumlahnya sangat terbatas dan mahal.

Pada tahun 1980 an, sepanjang bantaran Sungai DAS Kapuas, Desa Dahirang Kecamatan Kapuas Hilir sempat menjadi pusat kerajinan getah nyatu dan banyak warga menggeluti keranjinan ini. Juga meningkatnya jumlah pekeja dari masyarakat sekitar.

Baca: Hasil Liga Champions - Manchester United Vs Sevilla Berakhir Seri Tanpa Gol di Babak Pertama

Setelah berjalannya waktu, kerajinan getah nyatu seakan perlahan menghilang.

"Dulu kita sangat mudah mendapat bahan baku, tetapi sekarang semakin sulit dicari sehingga banyak pengrajin getah nyatu yang berhenti," ungkap pengrajin sekaligus pemilik UD Erwin kepada BANJARMASINPOST.CO.ID baru-batu tadi.

Disebutkannya, kerajinan getah nyatu terancam punah karena sulitnya memperoleh bahan baku.

Sehingga mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah. Dulu ada 10 pengrajin getah nyatu dan kini hanya tinggal 2 saja. (BANJARMASINPOST.CO.ID/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help