BUMI MURAKATA

STIKES HST Luluskan 41 Perawat dari Banua Anam, Inilah Pesan Plt Bupati HST untuk Para Alumninya

Program ners para mahasiswa Stikes) Cahaya Bangsa Banjarmasin telah membentuk Sumber Daya Kesehatan (SDM) yang terlatih dan profesional.

STIKES HST Luluskan 41 Perawat dari Banua Anam,  Inilah Pesan Plt Bupati HST untuk Para Alumninya
HO/HUMAS HST
Pejabat Pemkab HST, berfoto bersama mahasiswa Program Ners Stikes Cahaya Bangsa Banjarmasin di HST saat perpisahan kelulusan, Selasa (13/3/2018) di Aula Rs Damanhuri Barabai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI-  Plt Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H A Chairansyah menilai program ners para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Cahaya Bangsa Banjarmasin telah membentuk Sumber Daya Kesehatan (SDM) yang terlatih dan profesional.

Hal tersebut disampaikan, Chairansyah dalam sambutan yang dibacakanStaf Ahli Bidang Pemerintahan H A Toni Karim,  saat perpisahan kelulusan mahasiswa program Ners B Stikes Cahaya Bangsa Banjarmasin di Aula RSHD Barabai, Selasa (13/3/2018).

"Kami sangat mengapresiasi  program  pendidikan lanjutan dari pendidikan akademik pada program studi ilmu keperawatan (S1) yang dilaksanakan selama satu tahun ini. Sistem pembelajarannya sepenuhnya praktek di lapangan," katanya.

Dia menilai melalui pendidikan profesi  tersebut, bisa  mempersiapkan mahasiswa melalui penyesuaian professional dalam bentuk pengalaman belajar klinik dan lapangan secara komprehensif.

Mahasiswa Program Ners Stikes Cahaya Bangsa Banjarmasin di HST saat perpisahan kelulusan, Selasa (1332018) di Aula Rs Damanhuri Barabai.
Mahasiswa Program Ners Stikes Cahaya Bangsa Banjarmasin di HST saat perpisahan kelulusan, Selasa (1332018) di Aula Rs Damanhuri Barabai. (FOTO HUMAS PEMKAB HST)

Contohnya, kemampuan professional dalam menerapkan konsep dan teori, melaksanakan asuhan keperawatan, mendokumentasikan seluruh proses keperawatan maupun mengelola pelayanan keperawatan.

“Selain itu, sebagai tahap pematangan diri menjadi perawat yang sebenarnya. Memiliki kesempatan belajar cara menangani pasien dengan baik dan meningkatkan skill serta kompetensi di bidang keperawatan,”. 

Dengan demikian, secara tidak langsung  menjadi tempat untuk mempersiapkan mental supaya tidak canggung saat bekerja langsung di masyarakat. Dijelaskan, dengan berakhirnya praktek klinik profesi ners,  para mahasiswa telah menyempurnakan perjalanan intelektualnya, sebagai lulusan dan alumni yang akan berkiprah di bidang kesehatan.

Program ners, diikuti sebanyak  41 mahasiswa dari HST, Sembilan  orang dari Kabupaten Tapin, tujuh orang dari HSS, lima dari Balangan, delapan orang dari Tabalong dan satu orang dari Bartim yang ditempatkan di RSHD Barabai, Puskesmas Hantakan dan RSUD Pambalah Batung Amuntai. (*/AOL)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved