Kriminalitas Tanahlaut

Terdakwa Pencabulan Lakukan Ini Setelah Divonis Penjara 10 Tahun dan Denda Rp 50 Juta

Ahmad Suhaili (20) terdakwa kasus persetubuhan di Desa Batibati, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut

Terdakwa Pencabulan Lakukan Ini Setelah Divonis Penjara 10 Tahun dan Denda Rp 50 Juta
istimewa
Ahmad Suhaili (20) terdakwa kasus persetubuhan di Desa Batibati, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, menyatakan pikir-pikir dengan putusan majelis Pengadilan Negeri Pelaihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ahmad Suhaili (20) terdakwa kasus persetubuhan di Desa Batibati, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, menyatakan pikir-pikir dengan putusan majelis Pengadilan Negeri Pelaihari.

Itu dikatakan penasihat hukum terdakwa, Hj Sunarti dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (14/3/2018) malam.

Menurut Sunarti, pihaknya menunggu keputusan hasil musyawarah terdakwa dan orangtua terdakwa pada Senin, awal pekan ini.

"Senin, akan disampaikan oleh orangtua terdakwa, apakah terdakwa banding atau menerima putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari," katanya.

Baca: Ini Penyebab Bripka Suparmin Mudah Diketahui Tempat Persembunyiannya di Palangkaraya

Ketua majelis hakim, Boedi Haryantho didampingi dua hakim anggota Poltak Hutajulu dan Andika Bimantoro memutuskan terdakwa bersalah dan dipidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 50 juta subsider penjara enam bulan.

Putusan penjara itu sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 20 juta atau diganti penjara enam bulan.

Menurut majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, hal yang memberatkan terdakwa dalam kasus itu karena melakukan pemaksaan untuk berhubungan intim dengan korban.

Baca: Hasil Persipura Vs Barito Putera - Skor Akhir 3-1, Persipura Juarai Jakajaya 2018

Baca: Hasil Babak Pertama All England 2018 - Greysia/Apriyani Dihentikan Pasangan Bulgaria

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa menyesal dan tidak ingin mengulangi perbuatannya menyetujui perempuan, terdakwa tidak pernah dipenjara sebelumnya dan terdakwa berusia muda.

Seperti diwartakan sebelumnya, terdakwa terlecut ingin menyetubuhi korban setelah muncul pikiran kotor melihat teman korban bernama Sanah berduaan dengan teman terdakwa bernama Jalu.

Apes, kenikmatan sesaat yang membawa petaka bagi terdakwa. Kerabat korban mengadu ke Polsek Batibati hingga kasusnya berproses ke Pengadilan Negeri Pelaihari.

Beruntung korban yang sempat trauma itu mampu bangkit dan semangat belajar menuntut ilmu di lembaga pendidikan luar sekolah.

"Alhamdulillah, korban sudah mau sekolah paket di Pelaihari. Sedikit melupakan trauma yang dialami bersama pelaku," ujar kerabat korban, Musmulyadi, Kepala Desa Batibati. (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved