Berita Tanahlaut

Terungkap, Penyaluran Gas Elpiji Bersubsidi Tak Tepat Sasaran

Penyalahgunaan pemakaian elpiji gas isi tiga kilogram bersubsudi yang tidak tepat sasaran memang terjadi.

Terungkap, Penyaluran Gas Elpiji Bersubsidi Tak Tepat Sasaran
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanahlaut di lantai III Aula Kantor Bupati Tanahlaut, Rabu (14/3/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penyalahgunaan pemakaian elpiji gas isi tiga kilogram bersubsudi yang tidak tepat sasaran memang terjadi.

Itu terungkap saat pantauan Banjarmasinpost.co.id dalam Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanahlaut di lantai III Aula Kantor Bupati Tanahlaut, Rabu (14/3/2018).

Dalam rapat itu, Perwakilan PT Pertamina Kalimantan Selatan, M Aryadi menemukan indikasi penyaluran yang tidak tepat sasaran itu terjadi di Kota Banjarmasin.

Baca: Ngeri! Bukan Ditangkap Biasa, Ternyata Polisi Harus Dor Dua Kaki Bripka Suparmin Sebelum Ditangkap

Dikatakan M Aryadi, ternyata sejumlah pengerajin kain sasirangan, rumah makan yang beromset diatas Rp 50 juta per bulannya juga membeli gas bersubsidi. Jumlahnya dari lima hingga sepuluh tabung elpiji isi tiga kilogram.

Untuk di Kabupaten Tanahlaut, M Aryadi meminta Pemerintah Kabupaten Tanahlaut mengusulkan kuota baru penerima gas bersubsidi. Itu ditujukan kepada PT Pertamina Pusat dan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Republik Indonesia di Jakarta.

Baca: Bak Film Laga, Begini Tegangnya Penangkapan Bripka Sp, Warga Mengira Pengepungan Bandar Narkoba

"Jika tak diusulkan, maka penyaluran kuota masih menggunakan data terdahulu," katanya.

Diakui M Aryadi di Kabupaten Tanahlaut terdapat enam agen penyalur gas elpiji bersubsidi dengan 253 pangkalan se Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Mbah Mijan Yakin Mr H Adalah Pacar Syahrini Jika Dilihat dari Ekspresi Wajahnya di Live Instagram

Menurutnya, sudah ada wacana pengendalian distribusi penyaluran gas elpiji tiga kilogram dengan sistem tertutup menggunakan kartu keluarga sejahtera dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

"Jika wacana itu ditetapkan data konversi dari 120 ribu kepala keluarga hanya 17.900 yang berhak menerima penyaluran gas elpiji tiga kilogram bersubsidi. Itu artinya sekitar 80 persen membeli gas bersubsidi," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved