Ekonomi dan Bisnis

Data PMTB Harus Dukung Iklim Investasi Ekonomi dan Lapangan Kerja

Investasi yang besar namun tidak efektif merupakan investasi yang kurang ideal, karena itu untuk mendukung terciptanya investasi

Data PMTB Harus Dukung Iklim Investasi Ekonomi dan Lapangan Kerja
Achmad Maudhody
Sosialisasi Penyusunan Disagregasi Matriks PMTB 2018 di Hotel G Sign Banjarmasin, Kamis (15/3/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Investasi di suatu daerah merupakan satu diantara instrumen penggerak perekonomian termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Investasi yang besar namun tidak efektif merupakan investasi yang kurang ideal, karena itu untuk mendukung terciptanya investasi yang lebih efektif diperlukan pemetaan data yang mutakhir.

Diantaranya memetakan investasi termasuk melalui data Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik yang sudah ada dan dimiliki di suatu daerah.

Dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Diah Utami, sesuai Program Prioritas Pemerintah yaitu perbaikan iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja, dibutuhkan teraedianya data PMTB yang terdisagregasi.

Dari data PMTB yang di disagregasi para stakeholder baik pemerintah, pelaku perekonomian dan investor bisa mendapatkan data lebih lengkap untuk menyusun kebijakan maupun strategi bisnisnya.

Selain itu, data PMTB yang di disagregasi pun bermanfaat sebagai alat ukur yang handal untuk mengevaluasi dan mengukur kontribusi investor dalam capaian pembangunan secara periodik.

"Data ini juga berguna untuk penghitungan stok capital berdasarkan lapangan usaha," kata Diah.

Di Kalsel, nantinya akan ada koresponden survei sebanyak 1031 sampel di seluruh 13 Kota dan Kabupaten di Kalsel.

Objek survei untuk disagregasi PMBT tidak hanya terbatas pada sektor korporasi namun juga sektor pemerintah, korporasi non finansial l, sektor rumah tangga hingga lembaga non profit yang melayani rumah tangga.

"Pelaksanaan akan dilakukan pada Bulan April hingga Bulan Juni 2018 dan pengolahan data dimulai Bulan Mei hingga Bulan Juli 2018," kata Diah.

Sedangkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalsel, Nafarin, dengan adanya Disagregasi PMTB merupakan komponen yang penting dalam membangun arah investasi dan pembangunan daerah serta lapangan kerja.

Mengingat PMTB juga selama ini berkontribusi cukup besar bagi PDRB Provinsi Kalsel yaitu dari 23,57 persen atau Rp 34,47 triliun pada Tahun 2016 dan sebesar 23,24 atau senilai Rp 37,08 triliun pada tahun 2017.

Menurut Nafarin, arah pengembangan perekonomian Kalsel akan menuju beberapa sektor utama termasuk pertanian, kehutanan, perikanan, industri oengolahan non migas, perdagangan, konstruksi dan transportasi.

"Sedangkan dua sektor prioritas Pemerintah Provinsi Kalsel yaitu pada sektor pariwisata dan jasa keuangan," kata Nafarin.

Hal ini disampaikan dalam Sosialisasi Penyusunan Disagregasi Matriks PMTB 2018 di Hotel G Sign Banjarmasin, Kamis (15/3/2018). (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved