Berita HSS

Panen Perdana Hazton Di Jambu Hulu Memuaskan, Satu Hektare Menghasilkan 10,4 Ton Padi

Metode hazton berasal dari nama penemunya yakni Hazairin dan Anton Kamarudin yang mulai diperkenalkan di Kalimantan Barat.

Panen Perdana Hazton Di Jambu Hulu Memuaskan, Satu Hektare Menghasilkan 10,4 Ton Padi
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Ketua kelompok tani Harapan Tani Suadi menunjukkan hasil tanaman metode hazton yang siap panen. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN -Kelompok Tani Harapan Tani Desa Jambu Hulu Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan panen perdana padi perdana, Kamis, (15/3).

Panen perdana dengan luas lahan satu hektare ini menggunakan metode hazton yang baru diterapkan di wilayah Kecamatan Padang Batung, HSS.

Metode hazton berasal dari nama penemunya yakni Hazairin dan Anton Kamarudin yang mulai diperkenalkan di Kalimantan Barat.

Ketua Kelompok Tani Harapan Tani Desa Jambu Hulu Suaidi mengatakan pihaknya baru perdana melaksanakan tanam padi dengan menggunakan metode Hazton.

Baca: Link Live Streaming Babak 16 Besar All England 2018 Mulai Pukul 19.00 Wib Marcus/Kevin vs Malaysia

"Kita mencoba di lahan satu hektar dan hasilnya tidak mengecewakan," katanya di sela-sela kegiatan panen perdana.

Dijelaskannya bahwa hasil tanam padi di lahan satu hektare itu, hasil ubinan yang sudah dihitung ternyata hasilnya memuaskan.

Dari luas satu hektare itu, bisa menghasilkan panen padi mencapai 10, 4 ton hingga 10,5 ton padi.

Baca: Jadwal Siaran Langsung SCTV Arsenal vs AC Milan Malam Ini, Leg 2 Babak 16 Besar Liga Europa

"Hasilnya sangat memuaskan. Bahkan hasil panen meningkat mencapai dua kali lipat dengan hasil panen metode biasa yang digunakan," lanjutnya.

Selain itu hama dan penyakit juga berkurang. Khususnya untuk hama keong sangat turun drastis. Mengingat bibit yang ditanam merupakan bibit tua yang sudah berumur 25-30 hari. Selain itu, dalam setiap lubang tanam memakai 20-30 bibit padi.

"Untuk pupuk juga lebih sedikit penggunaannya dibanding dengan metode yang biasa digunakan," lanjutnya.

Rencananya, setelah keberhasilan itu pihaknya akan memperluas lahan tanam untuk kedepannya.

"Kelompok kita ada 42 anggota dengan jumlah lahan 40 hektar. Rencananya kita akan menerapkan metode hazton untuk 40 hektare karena hasilnya memang sangat memuaskan," tambahnya (banjarmasinpost.co.id/ryn)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help