Bahagia dalam Derita

Pertama, alhamdulillah alangkah banyaknya hamba Allah yang mendoakan agar aku sehat. Inilah yang membuatku bahagia.

Bahagia dalam Derita
Kaltrabu
KH Husin Naparin 

Oleh: KH HUSIN NAPARIN
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel

Sakit adalah penderitaan. Lebih dari setengah bulan, aku tebaring sakit, opname di Rumah Sakit Islam Banjarmasin; tetapi ketika aku sakit, di balik sakitku itu ada kebahagiaan bagiku. Mengapa?

Pertama, alhamdulillah alangkah banyaknya hamba Allah yang mendoakan agar aku sehat. Inilah yang membuatku bahagia. Bayangkan, ribuan santri PP Rakha, Amuntai, PP Al-Hasaniyah, Balangan, dimana aku pernah memondok serta mahasiswa dan alumni STAI Al-Jami Banjarmasin, Civitas Akademik UIN Antasari Banjarmasin, ULM Banjarmasin, Uniska dan lain-lain; semua mendoakan agar aku sembuh.

Jemaah masjid dan majelis taklim dimana aku pernah mengisi pengajian, aku dengar mereka menggelar salat hajat untuk kesembuhanku, khususnya Masjid Jami, Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin dan Masjid Syuhada, Hujanmas, di kampungku (Balangan).

Dangsanak angkatku Tuan Guru H Syamsudin di Rantau secara khusus membaca burdah, zikir nasyid dan manaqib Siti Khadijah (istri Nabi SAW) dengan jemaahnya yang begitu banyak, mendoakan semoga aku sehat; bahkan istriku juga didoakan yang sama.

Aku didoakan oleh pengurus MUI Kalsel sejak dari Wakil Ketua Umum Prof HA Hafiz Anshary, dan jajaran serta seluruh pengurus MUI kabupaten/kota se-Kalsel, Alhamdulillah.

Aku didoakan oleh tokoh-tokoh NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, LDII dan ormas-ormas Islam lainnya, yang datang silih berganti mengunjungiku. Aku didoakan oleh guru utamaku yang masih hidup, KH Tabrani Basri dan KH Saberan Afandi. Aku didoakan oleh habaib dan ulama kenamaan di banua, antara lain Tuan Guru H Ahmad Zuhdianor dan KH Lutfi Yusuf di Banjarmasin, Tuan Guru H Ahmad Barmawi di Rantau, Tuan Guru H Syahrani Thaib dan Tuan Guru H Juhran di Martapura, Tuan Guru H Ahmad Bakhit di Barabai, naknda H Rasyid Ridha putra almarhum Tuan Guru H Bakeri Gambut, para tokoh banua, Prof H Kustan Basri dan HG (P) Rusdi Effendi AR; ini yang aku ingat sewaktu menulis kolom ini.

Kedua, alangkah banyaknya hamba Allah yang membezukku, selain keluarga, ulama se-banua dan umara se-Kalsel; serta umat Islam, selain dari Kalsel, juga dari provinsi tetangga bahkan dari Kaltra (Tarakan) sehingga jam tamu tidak bisa berlaku, karena banyak yang datang dari jauh itu.

Aku tidak bisa membalas jasa baik mereka, seandainya di antara mereka itu nantinya ada yang sakit, barangkali aku tidak bisa mengunjunginya. Banyak di antara mereka membawa bingkisan berupa buah-buahan (lebih dari 30 keranjang jumlahnya), berupa roti, kue dan segala macam ragamnya, tidak terhitung banyak kotak dan kalengnya.

Aku sama sekali tidak bisa mencicipi, karena diabetku (gula darah) tinggi sekali dan dari sinilah pungkala (sumber) penyakitku plus kolestrol. Oleh-oleh ini dinikmati oleh keluargaku dan para tamu serta dibagikan kepada para perawat dan petugas yang jaga di waktu malam. Agak lucu, di antara tamu pembezuk ada yang membawakan oleh-oleh buatku, tetapi ada yang membawa pulang oleh-oleh karena dikasih oleh istriku.

Ketiga, banyak pula pembezukku yang tergolong mampu menjadikan dirinya sebagai Fa’ilul-khair dengan memberikan amplop berisikan uang kepadaku melalui istri dan anakku (Ipi Amiarsa); tentu sesuai kemampuan dan keikhlasan mereka masing-masing untuk meringankan biaya pengobatanku.

Jumlahnya cukup banyak dan bagiku sangat berarti. Istriku terperanjat ketika aku dibolehkan keluar dari rumah sakit, hanya menanda tangani “surat tanda keluar.” Apa pasal? Semua biaya ada Fa’ilul-khair yang membayarnya.

Semua (doa dan bantuan materi), mereka lakukan tentu karena kasih sayang mereka kepadaku. Aku yakin, semua itu merupakan wujud kasih sayang Allah kepadaku, karena hanya Dia yang memiliki kasih dan sayang itu. Dia berfirman, “Akulah Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Aku percikkan sebagian kasih sayang itu kepada para hamba-Ku, dan dengan itulah mereka saling berkasih sayang” (Hadis Qudsi). Alhamdulillah (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved