Obat Stres dari Pak Menteri

SELAIN gaji pokok yang terus naik, tunjangan hari tua yang diterima aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Obat Stres dari Pak Menteri
BPost Cetak
Ilustrasi 

SELAIN gaji pokok yang terus naik, tunjangan hari tua yang diterima aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat pesiun menjadi daya tarik tersendiri para pencari kerja, sehingga mereka lebih suka memilih menjadi ASN dari pada menjadi pengusaha mandiri atau berkarier di swasta.

Tak hanya para pencari kerja, mereka yang sudah bekerja di swasta pun masih berminat menjadi seorang ASN. Alasannya sederhana, di perusahaan tempatnya bekerja tidak ada dana pesiun. Gawatnya, selain lewat jalur resmi, ada juga yang lewat jalur tidak resmi untuk menjadi seorang ASN. Modus yang terlihat sekarang adalah lewat jalur honor. Ada yang menghonor jadi guru, menghonor jadi sopir, dan menghonor jadi apa saja, yang penting nanti bisa menjadi ASN.

Modus lain lewat titipan. Ini biasanya dilakukan pejabat yang masih aktif. Awalnya, anak atau anggota keluarga lainnya dimagangkan di dinas tertentu. Setelah beberapa tahun magang, status dinaikan jadi honorer. Lewat trik-trik khusus, dari honorer akhirnya menjadi ASN.

Fakta di atas menunjukan begitu kuatnya magnet uang pensiun ASN. Sebagai gambaran, seorang pejabat eselon I yang pendapatannya Rp 40 juta sekian, begitu pensiun tinggal Rp 4,5 juta. Nah di zaman now ini, uang Rp 4,5 juta tidak cukup untuk membiayaan hidup sebulan. Untuk menutupi kekurangannya, terpaksa kerja lagi. Kalau begini, mana sejahteranya? Yang ada hanya stres belaka.

Sekarang kondisi itu akan diperbaiki oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur. Pak menteri sedang mencarikan obat stres yang mujarab bagi pensiunan ASN. Saat ini dia masih mempelajari perubahan skema pensiunan ASN atau PNS yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pesiunan ASN atau PNS.

Skema itu adalah fully funded. Melalui skema ini dana pensiun berasal dari iuran pegawai selama masa kerja dan iuran pemerintah sebagai pihak pemberi kerja. Hebatnya, dengan skema tersebut pembayaran dana pensiun tidak akan lagi membebani APBN. Selama ini PNS membayar iuran sebesar 4,75 persen dari gaji tiap bulan untuk pensiunan.

Hanya saja, besaran iuran tersebut tak dapat menutupi besaran pensiunan PNS yang besarnya 75 persen dari gaji pokok. Akibatnya, membebani APBN.

Kalau skema itu diberlakukan pada tahun 2018 ini, maka sistem fully-funded akan diterapkan kepada PNS yang baru diterima.Sementara, bagi PNS yang sudah lama bekerja akan diterapkan dua skema pembayaran.

Kalau tujuannya mensejahterakan, tentu kita sangat mendukung skema fully funded tersebut. Kita berharap dengan model pensiun yang baru itu pensiunan ASN akan lebih senang menjalani masa pensiunan. Tidak lagi bekerja keras, membanting tulang, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari. Tidak ada lagi pensiunan ASN yang ‘stres’ seperti sekarang ini. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved