Berita Banjarbaru

Belajar dari Kelanggan Gas Elpiji 3 Kilogram, Zulkifli: Jangan Tiru Pola Pemadam Kebakaran!

saat ini pemerintah membuat formula bagaimana harga gas tiga kilogram ini bisa stabil tanpa gangguan

Belajar dari Kelanggan Gas Elpiji 3 Kilogram, Zulkifli: Jangan Tiru Pola Pemadam Kebakaran!
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
OPERASI Pasar elpiji 3 kg di halaman Kantor Kelurahan Gadang, Senin (5/3/2018) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram baru-baru ini menjadi pembahasan khusus di Biro Ekonomi Pemerintahan Pemprov Kalsel.

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Kalsel, Zulkifli, kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (19/3/2018) menjelaskan bahwa saat ini pemerintah membuat formula bagaimana harga gas tiga kilogram ini bisa stabil tanpa gangguan yang sifatnya insidentil.

"Ya jangan seperti pola pemadam kebakaran. Bila harga naik dan gas elpiji tiga kilogram langka maka buru buru melakukan operasi pasar. Sehingga perlu formulasi solusi untuk jangka lama," kata Zulkifli.

Disebutkan dia, formulasi yang disapkan itu ada beberapa hal. Pertama yakni terkait kebijakan bahwa eceran tertinggi berbeda beda ditetapkan kabupaten kota. "Sehingga perlu ada kesepakatan kabupaten kota untuk tidak ada kesenjangan harga, agar harga jangan sampai jauh antara daerah satu dengan daerah lain," kata dia.

Kedua, sambungnya, sistem penjualan gas tiga kilogram harus dilakukan secara tertutup tertutup. "Kalau saat ini kan orang berkemampuan dengan yang tidak berkemampuan sama sama bisa membeli tabung gas tiga kilogram yang notabene untuk masyarkat kurang mampu. Jadi penjualannya jangan open akses," kata dia.

Ketiga, sambung dia, yakni dengan mengupayakan bersama hiswana migas untuk formulasi distribusi dibenahi. "Artinya pangkalan saja atau bagaimana nantinya yang bisa," kata dia.

Bahkan ada yang usul pemerintah meluncurkan tabung gas Non subsidi tiga kilogram. "Sebab alasanya warga yakni faktor kepraktisan dengan mudah dibawa tabung gas tiga kilogram," kata dia. (banjarmasinpost.co.id/huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help