Heboh! 50 Juta Data Pengguna Facebook Bocor, Diduga Dicuri Perusahaan yang Berafiliasi Donald Trump

Tak hanya itu, data pengguna Facebook juga tersimpan dalam arsip Strategic Communications Laboratories (SCL).

Heboh! 50 Juta Data Pengguna Facebook Bocor, Diduga Dicuri Perusahaan yang Berafiliasi Donald Trump
Facebook 

Siapa saja yang mengunduh aplikasi itu secara tak sadar dan sukarela menyerahkan data personal mereka, apa yang mereka suka, di mana mereka tinggal, serta siapa saja teman mereka.

Facebook telah menangguhkan Cambridge Analytica, SCL, Kogan, serta Christopher Wylie.

Baca: Jadwal Babak 8 Besar Liga Champion 2018 : Data Fakta Juventus vs Real Madrid dan Bigmatch Lainnya

Wylie adalah pembisik alias whistleblower yang mengungkap kebocoran dan penyalahgunaan data 50 juta pengguna Facebook ke media massa.

“Kami terus menyelidiki untuk melihat tingkat akurasi dari klaim-klaim ini. Jika benar, ini adalah kejahatan yang tak termaafkan,” kata Vice President dan General Counsel Facebook, Paul Grewal.

Sementara itu, juru bicara SCL membantah tuduhan yang ditujukan ke pihaknya dan Cambridge Analytica.

Akan tetapi, tak ada penjelasan lebih rinci soal bantahan itu.

“Cambridge Analytica dan SCL tak memegang data Facebook,” ujarnya, dikutip Wired.

Baca: Kejutan! Presiden Jokowi 90 Persen Hadiri Haul Guru Sekumpul, Panitia Syaratkan Ini

Sumber dalam mengatakan, data personal pengguna Facebook masih bisa diakses di database internal Cambridge Analytical pada 2017 lalu.

Halaman
123
Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help