Ekonomi dan Bisnis

Tetiya Sediakan Bumbu Pecel dan Geprek, Awalnya Jajaki Penjualan di Bazar Bank Kalsel

Bagi ibu rumah tangga yang tidak ingin direpotkan dengan bikin sambal sendiri, sudah ada bumbu pecel dan bumbu geprek Iboe’ne

Tetiya Sediakan Bumbu Pecel dan Geprek, Awalnya Jajaki Penjualan di Bazar Bank Kalsel
banjarmasinpost.co.id/hasby
Tetiya sudah setahun lebih menjalankan usaha memproduksi bumbu instan ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN — Bagi ibu rumah tangga yang tidak ingin direpotkan dengan bikin sambal sendiri, sudah ada bumbu pecel dan bumbu geprek Iboe’ne. Tetiya sudah setahun lebih menjalankan usaha memproduksi bumbu instan ini.

Beralamat di Jalan Sultan Adam Kompleks Mandiri IV Banjarmasin, setiap hari melayani pemesanan secara online, dan juga memasarkannya ke pasar-pasar di Banjarmasin.

“Bumbu pecel dan geprek instannya sudah setahun dan kini mulai mengembangkan usaha dengan nasi pecelnya. Perdana kami jajaki di Bazar Bank Kalsel, ternyata respons bagus,” katanya.

Diceritakannya, ide awalnya memang ingin jadi wirausaha, setelah mempertimbangkannya akhirnya terjun dalam bisnis kuliner. Pilihan jatuh ke resep sambel pecel khas madiun dari almarhumah mbah yang asli orang Madiun.

Baca: MotoGP Qatar 2018 - Naik Podiam, Valentino Rossi Mengaku Sebut Yamaha Harus Perbaiki Hal Satu Ini

Baca: Hasil MotoGP Qatar 2018 - Duel Ketat, Dovizioso Juara, Marquez Kedua, Valentino Rossi Ketiga

Baca: Hasil MotoGP Qatar 2018 - Bos Ducati Minta Maaf Gara-gara Jorge Lorenzo Alami Kesalahan Teknis

Tetiya bersyukur, ternyata laris manis. Sedangkan untuk geprek instan, dirinya menyediakan sambel geprek kemasan, karena di Banjarmasin sedang booming ayam geprek.

“Jadi buat pelanggan yang mau bikin ayam geprek sendri dirumah, kami menyediakan sambelnya. Kami jual bumbu pecel dan geprek titip di pasar, tukang sayur keliling, dan pegawai-pegawai kebanyakan yang pesan,” jelasnya.

Dirinya memproduksi bumbu instans tiga kali dalam seminggu. Setiap produksi bumbu pecel dan geprek sebanyak 150 kotak, harganya mulai Rp10 ribu sampai Rp 15 ribu, tergantung berat satu kotaknya.

Baca: Hasil Real Madrid vs Girona, Cristiano Ronaldo Cetak 4 Gol, Real Madrid Pesta 6 Gol ke Gawang Girona

Baca: Hasil Piala FA Leicehster City vs Chesela, Menang 2-1, Chelsea Melaju ke Semifinal Piala FA

Baca: Hasil Undian Semifinal Piala FA, Big Match, Tottenham Vs Manchester United di Empat Besar

Sedangkan nasi pecel khas Madiun olahannya beda dengan nasi pecel umumnya. Nasi pecel khas Madiun kencur, tetapi nasi pecelnya tidak pakai jeruk purut, harganya mulai Rp 10 ribu sampai Rp 17.500.

Ikannya ada ayam telur, bandeng presto, tahu. Pesanan biasa melayanai online dan umumnya diminati pegawai-pegawai. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help