Kriminalitas HSS

Edarkan Obat Terlarang, Warga Angkinang Ini Terancam Denda Rp Satu Miliar

Dia diamankan karena kepemilikan 301 butir obat sediaan farmasi tanpa ijin jenis carnophen, Minggu,di rumahnya.

Edarkan Obat Terlarang, Warga Angkinang Ini Terancam Denda Rp Satu Miliar
HO/Polres HSS
Barang bukti Carnopen milik Jamin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Jamin Rawi (49) warga Desa Bamban Kecamatan Angkinang, Hulu Sungai Selatan (HSS) tidak bisa berkutik dan hanya pasrah saat diamankan oleh aparat berwajib.

Dia diamankan karena kepemilikan 301 butir obat sediaan farmasi tanpa ijin jenis carnophen, Minggu, (18/3) pukul 17.30 WITA di rumahnya.

Kedatangan anggota Polsek angkinang dan anggota Resnarkoba Polres HSS mengejutkan Jamin yang sedang bersantai di rumahnya.

Tanpa perlawanan, dia hanya pasrah saat rumahnya diperiksa dan dirinya digeledah oleh aparat berwajib. Barang bukti sebanyak 301 ditemukan di dalam rumah pelaku tepatnya di atas lemari pakaian.

Kepada petugas, Selasa, (20/3) Jamin mengaku nekad menjual carnophen untuk menambah penghasilanya. Saat dilakukan pemeriksaan, selain carnophen juga ditemukan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 1.205.000.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK melalui Kasubbag Humas IPTU Ghandi Ranu membenarkan dengan penangkapan pelaku pengedar carnophen di Desa Bamban.

"Pelaku sudah diamankan di Polsek Angkinang. Penangkapan pelaku setelah adanya informasi dan keresahan warga adanya penjual carnophen tanpa izin," katanya, Selasa, (20/3).

Dijelaskannya bahwa carnophen yang ditemukan dibungkus plastik hitam dan disembunyikan dalam plastik dan diletakkan di atas lemari baju. Pelaku juga sudah menjual sebagian carnophennya.

"Uang yang ditemukan hasil dari penjualan carnophennya Rp 1.205.000. Uang itu ditemukan dalam dompet pelaku," lanjutnya.

Selain carnophen dan uang hasil penjualan, juga diamankan satu ponsel yang digunakan untuk transaksi, dompet dan plastik.

Pelaku bakal dijerat pasal 197 jo 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.(banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help