Berita HSS

Rutan Kandangan Bina Warga Binaan Dibidang Agama, Bisa untuk Ajukan Cuti Bersyarat

Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II B Kandangan terus meningkatkan pembinaan kepada warga binaanya.

Rutan Kandangan Bina Warga Binaan Dibidang Agama, Bisa untuk Ajukan Cuti Bersyarat
ist
Warga binaan Lapas Kandangan belajar agama dan mengaji Alquran 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II B Kandangan terus meningkatkan pembinaan kepada warga binaanya.

Kegiatan program pembinaan warga binaan permasyarakatan (WBP) berbasis pesantren di dalam Rutan Negara Kelas II B Kandangan melalui pondok pesantren Daarut Taubah terus aktif dilaksanakan.

Para warga binaan bisa setiap hari belajar bidang keagamaan mulai dari baca tulis Al Qur'an, ilmu tajwid, ilmu fiqih, tauhid, tafsir, hadist, akhlaq, bahasa Arab, tassawuh hingga seni budaya Islam dan sejarah Islam.

Ketua pesantren Daarut Taubah Rutan Negara Kelas II B Kandangan Lisna Kartika Sari mengatakan bahwa secara resmi kegiatan pondok pesantren mulai aktif dilaksanakan pada akhir 2017 lalu. Namun untuk kegiatan keagamaan sudah dilaksanakan sejak lama.

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI Timnas U-23 Singapura Vs Timnas U-23 Indonesia di Laga Ujicoba

Baca: Benarkah Ada Kisah Cinta Antara Nike Ardilla dan Ryan Hidayat, Dilan dan Milea di Era 1990?

"Setiap hari ada kegiatan keagamaan yang sudah dijadwalkan untuk proses belajar mengajarnya. Mulai belajar baca tulis Al Qur'an hingga belajar ilmu keagamaan lainya," katanya, Selasa, (20/3).

Ceramah agama dan salat berjamaah juga dijadwalkan di Rutan Kandangan ini. Untuk ceramah agama dilaksanakan setiap Senin. Untuk salat berjamaahnya khusus Zuhur dan Ashar di Mushala. Sementara salat fardhu lainnya dilaksanakan berjamaah dalam kamar tahanan untuk salat magrib, isya dan subuh.

Setiap hari dari Senin hingga Sabtu dari pukul 09.30 hingga 11.00 WITA ada jadwal belajar baca tulis Al Qur'an, ilmu tajwid, ilmu fiqih, tauhid, tafsir, hadist, akhlaq, bahasa Arab, tassawuh, seni budaya Islam dan sejarah Islam.

Perempuan yang juga selaku Kasubsi Pelayanan Rutan Kandangan ini menuturkan bahwa mengikuti kegiatan ponpes juga menjadi syarat bagi warga binaan untuk usulan pembebasan bersyarat atau cuti bersyarat.

"Warga binaan harus mengikuti kegiatan ponpes minimal 40 hari secara berturut-turut untuk bisa mengajukan usulan pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat," tambahnya (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved