BFocus Banua Anam

Sanksi Berat bagi Nelayan, Pengepul dan Penjual Anak Ikan

Penangkapan anak ikan untuk tujuan konsumsi dilarang, karena dikhawatirkan ikan akan lebih cepat punah.

Sanksi Berat bagi Nelayan, Pengepul dan Penjual Anak Ikan
Dok Bpost
Anak ikan dan tempat berjualan yang ditinggalkan pedagang di Pasar Baru Keraton Kota Rantau, Kabupaten Tapin, ketika razia tim gabungan, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Penangkapan anak ikan untuk tujuan konsumsi dilarang, karena dikhawatirkan ikan akan lebih cepat punah. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tapin, H Bastian.

Selain itu, sambung dia, juga merugikan nelayan lain, sebab hasil tangkapan ikan menurun drastis, akibat penangkapan anak ikan tersebut.

"Penangkapan ikan dengan cara setrum atau bahan kimia lainnya dilarang karena mematikan anak ikan bahkan telur ikan juga akan mati, sehingga menghambat perkembangan ikan,” jelas Bastian.

Baca: Ada Gatot Nurmantyo dan Mahfud MD, Ini 15 Tokoh yang Dinominasikan Jadi Cawapres Prabowo

Bagi masyarakat, khususnya nelayan yang sering menangkap anak ikan seperi haruan, papuyu, nila, maka akan kena sanksi yang cukup berat.

"Sanksi itu berdasar Perda Provinsi Kalsel nomor 24/2008 tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumberdaya Ikan di Kalsel," sebut Bastian.

Seberapa berat sanksi tersebut? Simak liputan khusus B-Focus Banjarmasin Post edisi Rabu, 21 Maret 2018. (*)

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved