Berita HST

Penyetrum 'Tobat' HST Dilaporkan Rambah Perairan Babirik, Ini yang Dilakukan Anggota Dewan HSU

Perairan mereka yang kaya ikan, dirambah penyetrum dari luar daerah, yang menurut warga setempat dari HST.

Penyetrum 'Tobat' HST Dilaporkan Rambah Perairan Babirik, Ini yang Dilakukan Anggota Dewan HSU
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kunjungan kerja Komisi I DPRD HSU ke DPRD HST, Rabu (21/3/2018), dengan tujuan mempelajari cara pengatasi illegal fishing. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga Hulu Sungai Utara di Kecamatan Babirik dilaporkan dibuat resah.  Perairan mereka yang kaya ikan, dirambah penyetrum dari luar daerah, yang menurut warga setempat dari HST.

Padahal, warga setempat selama ini menjaga perairan mereka dari penangkapan ikansecara illegal. Namun, karena tak mau bentrok, warga memilih melaporkan hal tersebut ke DPRD HSU.

Menindak lanjuti laporan warga tersebut Komisi I DPRD HSU dipimpin Ketua Komisi Hj Norhananiah dan rombongan berjumlah 12 orang, mendatangi DPRD Hulu Sungai Tengah, Rabu (21/3/2018).

“Tujuan kami sebenarnya bukan untuk mengadukan hal tersebut. Tapi lebih pada share informasi, bagaimana mengatasi hal tersebut,”kata Norhananiah.

Baca: Bulan Rajab Sudah Masuk Tiga Hari, Ini Bacaan Niat Puasa Rajab dan Istigfarnya

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI Timnas U-23 Singapura Vs Timnas U-23 Indonesia di Laga Ujicoba

Baca: Link Live Streaming RCTI Timnas U-23 vs Timnas U-23 Singapura Malam Ini : Garuda Muda Lambat Panas

Rombongan DPRD HSU tersebut diterima Ketua DPRD HST H Saban Effendi  di ruang kerjanya. Hadir pula anggota DPRD HST lainnya, serta Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan HST, Sunar Wiwarni dan Kabag Hukun Pemkab HST Hamsinah. Norhananiah menjelaskan, informasi yang diperoleh  Hulu Sungai Selatan dan HST saat ini berhasil menurunkan secara drastis tingkat penyetruman ikan.

Bahkan, banyak penyetrum “tobat” dengan menyerahkan secara sukarela alat setrumnya.  Tapi efeknya menurut pengaduan masyarakat, penyetrum dari HST ini malah merambah ke wilayah perairan HSU.

Saat beraksi, mereka terang-terangan, berkelompok dan membawa senjata tajam, seperti golok dan tombak. Menurut warga, kata Norhananiah, penyetrum tersebut dari Desa Mantaas.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help