Berita Banjarmasin

Sempat Terjadi Antrian karena Hal Ini, Pasien Cuci Darah RSUD Ulin Kini Merasa Nyaman

ji coba pelaksanan proses perekaman sidik jari di aplikasi finger print itu baru dilaksanakan Sabtu (17/3/18) lalu.

Sempat Terjadi Antrian karena Hal Ini, Pasien Cuci Darah RSUD Ulin Kini Merasa Nyaman
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
PASIEN cuci darah di lantai III di ruang Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin melakukan presensi sidik jari untuk sebelum menjalani proses cuci darah, Rabu (21/3/2018) siang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sempat terjadi antrian pasien cuci darah di lantai III di ruang Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin Senin (19/2/18) lalu karena ada proses perekaman sidik jari di aplikasi finger print, kini pelayanan pasien cuci darah BPJS Kesehatan tersebut lancar kembali.

Pantuan Bpost, Rabu (21/3/18), tak ada lagi antrean pasien cuci darah seperti Senin lalu.

Menurut Reza Benedicta staf Komunikasi Publik BPJS Kesehatan, uji coba pelaksanan proses perekaman sidik jari di aplikasi finger print itu baru dilaksanakan Sabtu (17/3/18) lalu.

"Untuk proses perekaman sidik jari awal memang perlu waktu dan sistemnya belum sempurna. Untuk perekaman pasien cuci darah yang dialihkan sidik jari di aplikasi finger print itu perlu 10 sidik jari untuk perekaman awal untuk masing-masing pasien," katanya.

Baca: Link Live Streaming RCTI Timnas U-23 vs Timnas U-23 Singapura Malam Ini : Garuda Muda Lambat Panas

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI Timnas U-23 Singapura Vs Timnas U-23 Indonesia di Laga Ujicoba

Ditambahkan Reza, pada Senin (19/3/18) masih terjadi proses peralihan dari sistem manual ke perekaman sidik jarak dan terjadi kendala gangguan teknis komputer. Nah, untuk Selasa (20/3/18) dan Rabu (20/3/18), pelayanan sidik jari untuk pasien cuci darah BPJS Kesehatan sudah kembali normal.

"Nah pasien cuci darah yang sudah terekam, tinggal sekali sidik jari saja sudah bisa mengikuti pelayanan cuci darah atau Hemodialisa. Kendala di awal itu karena peralahian sistem manual ke sistem elektronik saja, " katanya.

Ditambahkan Ika staf BPJS Kesehatandi lantai III di ruang Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin, dengan sistem implementasi aplikasi Fingerprint, maka pasien tinggal datang ke ruang Hemodialisa, ambil nomer antrian, tekan fingerprint, maka pasien langsung dilayani proses cuci darahnya.

"Pasien cuci darah BPJS Kesehatan tak perlu diribetkan lagi isi data lagi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help