Bertakwa

40 Tahun Menunggu, Akhirnya Amat Punya Sertifikat Tanah, BPN HSU Bagikan 995 Sertifikat

BPN Kabupaten HSU baru saja menyerahkan 995 sertifikat di dua desa yaitu Desa Mawar Sari dan Pinangkara.

40 Tahun Menunggu, Akhirnya Amat Punya Sertifikat Tanah, BPN HSU Bagikan 995 Sertifikat
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Penyerahan sertifikat tanah oleh BPN HSU, Rabu (21/3/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Amat, warga Desa Mawar Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengaku sudah tinggal di rumahnya selama puluhan tahun. Sejak berkeluarga Amat berencana untuk mensahkan kepemilikan tanah dengan mengurus sertifikat.

Namun keinginannya tersebut tidak segera terwujud dengan berbagai alasan. Namun dengan adanya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Badan Pertahanan Nasional BPN akhirnya keinginan Amat untuk memiliki sertifikat bisa terwujud.

Dalam kegiatan pembagian sertifikat dirinya mengatakan bahwa sekitar 40 tahun dirinya memiliki tanah namun tidak disertai dengan sertifikat. Tanah tersebut merupakan harta warisan dari orang tua yang terlebih dahulu mendiami rumah di atas tanah tersebut.

"Sekarang lebih tenang karena telah memiliki sertifikat Meskipun tidak ada niat untuk menjual tanah," ungkapnya.

BPN Kabupaten HSU baru saja menyerahkan 995 sertifikat di dua desa yaitu Desa Mawar Sari dan Pinangkara. Untuk desa Mawar Sari sebanyak 501 sertifikat sedangkan Desa Pinangkara sebanyak 494 sertifikat, Rabu (21/03/2018).

Kepala BPN Hsu Ahmad Suhaimi mengatakan pembagian sertifikat ini merupakan kelanjutan dari program PTSL tahun 2017 target membagikan 5500 sertifikat. BPN Hsu telah mencapai target yang ditetapkan oleh pusat sebanyak 5000 sertifikat.

"Untuk tahun 2018 BPN HSU memiliki target membagikan sebanyak10.000 sertifikat khusus untuk Kecamatan Amuntai Tengah," ungkapnya.

Berbeda pada tahun 2017 dimana penerima program ptsl berasal dari beberapa Kecamatan. Sedangkan pada tahun 2018 program PTSL hanya akan dilaksanakan di Kecamatan Amuntai Tengah.

Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh tanah yang ada di HSU jelas kepemilikannya. Untuk tahun 2018 pada bulan Maret dilakukan penyuluhan kepada masyarakat, menginjak bulan April barulah dilakukan pengukuran lokasi.

Pengukuran dilakukan bertahap per desa, bagi yang belum memiliki sertifikat akan didaftarkan menjadi penerima program PTSL. Sedangkan yang telah memiliki sertifikat tetap akan didata untuk dimasukkan pada data peta.

Pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat selain untuk program PTSL juga berfungsi untuk rekonstruksi pertanahan. Mengingat beberapa tahun lalu kantor BPN Hsu mengalami kebakaran yang mengakibatkan banyaknya data yang hilang.

"Jika seluruh tanah di kecamatan Amuntai Tengah telah terdata dan masih belum memenuhi target barulah akan dicari target lokasi baru," ujarnya. (*/aol)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved