Pencurian Data Facebook

50 Juta Data Pengguna Facebook Dicuri untuk Pilpres, Menkominfo Lakukan Ini, Adakah dari Indonesia?

Pemerintah Indonesia berusaha mencari tahu apakah ada data pengguna Facebook di Indonesia ikut tercuri dari 50 juta data pengguna Facebook itu.

50 Juta Data Pengguna Facebook Dicuri untuk Pilpres, Menkominfo Lakukan Ini, Adakah dari Indonesia?
(Rawpixel Ltd)
Ilustrasi pengguna teknologi, media sosial 

Baca: Jelang Haul Guru Sekumpul : Ini Kisah Kedekatan Guru Sekumpul dengan Gus Dur Semasa Hidup

Pasalnya, data yang dicuri Cambridge Analytica disinyalir untuk kebutuhan kampanye politik di Negeri Paman Sam.

“Masyarakat di Indonesia kan tidak vote di sana. Jadi tidak perlu paranoid,” ujarnya.

Diketahui, 50 juta data pengguna Facebook yang bocor bukan cuma dipegang Cambridge Analytica, tetapi juga Strategic Communications Laboratories (SCL).

Keduanya adalah perusahaan yang berafiliasi. Cambridge Analytica dan SCL memperoleh data pengguna Facebook dari peneliti pihak ketiga bernama Aleksandr Kogan.

Ia bekerja di Global Scicence Research dan kerap menghadirkan kuis terkait kepribadian yang tersebar masif di Facebook.

Baca: Kisah Legenda Musik Indonesia Chrisye Jadi Mualaf Berkat Abah Guru Sekumpul

Kogan telah menghimpun respons pengguna Facebook atas kuis buatannya sejak 2015, melalui aplikasi bernama “thisisyourdigitallife”.

Aplikasi itu memang cuma diunduh 270.000 pengguna Facebook. Akan tetapi, efeknya mengena ke 50 juta pengguna, karena aplikasi mampu mengakses data-data teman dari sang pengunduh.

Meski saat ini baru 50 juta data pengguna Facebook yang ketahuan bocor, tetapi mayoritas data pengguna Facebook diprediksi telah digadaikan.

Halaman
123
Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved