Berita Regional

Menko Kemaritiman Luhut Ancam Amien Rais, Hanafi Rais: "Tenang-tenang Saja, Tetap Puasa Daud"

Di DPR, Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais angkat bicara terkait kritik ayahnya, Amien Rais kepada Presiden Joko Widodo

Menko Kemaritiman Luhut Ancam Amien Rais, Hanafi Rais:
TRIBUN BATAM /ARGIANTO DA NUGROHO
Pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Di DPR, Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais angkat bicara terkait kritik ayahnya, Amien Rais kepada Presiden Joko Widodo yang kemudian di respon dengan ancaman oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Hanafi menanggapi santai soal ancaman tersebut. Menurutnya ayahnya pernah diancam dibunuh karena vokal menyuarakan kritikan.

"Bahkan juga pernah diancam dibunuh, diteror juga pernah fisik langsung ke rumah waktu itu. Ya awal awal pemerintah Pak Jokowi ini kan,” ujar Hanafi.

Baca: SBY Nasihati Amien Rais: Kita Sudah Sama-sama Tua, Hati-hati Bicara

Baca: SBY Minta Menko Kemaritiman Luhut Kurangi Pernyataan Bernada Ancaman: Itu Tidak Baik

Menurut Hanafi, ayahnya pernah diancam dibunuh pada era Orde Baru. Sementara itu pada saat awal pemerintahan Jokowi, Amien Rais pernah mengalami teror dikediamannya di Yogyakarta.

"Itu saya ingat betul karena saya diundang media. Sekarang diancam melalui verbal semacam itu. Jadi apapun bentuk intimidasi, ancaman dan teror, itu insyaallah kita hadapi dengan tegak lurus karena kita yakin Allah bersama kita," katanya.

Hanafi mengatakan ayahnya tidak akan mundur meskipun diancam, termasuk oleh Luhut Binsar Panjaitan.

Ayahnya akan tetap vokal dalam menyuarakan kritik demi keadilan masyarakat. Bahkan menurut Hanafi, ayahnya santai saat mendengar ancaman Luhut akan membongkar dosa Amies Rais di masa lalu.

"Tenang-tenang saja, tetap puasa Daud, tetap ngaji, tetap terima tamu. Santai-santai saja," katanya. (tribun network/fik/sen/rio/yat)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (22/3/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved