Berita HST

Tertarik Parkir Elektronik, Pemkab dan DPRD Tabalong Belajar ke HST karena Alasan Ini

Daerah tersebut, adalah Kabupaten Tabalong, yang khusus datang ke HST, untuk mempelajari penerapan sistm tersebut.

Tertarik Parkir Elektronik, Pemkab dan DPRD Tabalong Belajar ke HST karena Alasan Ini
banjarmasinpost.co.id/hanani
Salah satu titik Portal pungutan parkir elektronik di Jalan Pasar III Plasa Murakata Barabai, yang diberlakukan Pemkab HST terhadap pengunjung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sistem pengelolaan parkir secara elektonik, dengan memberlakukan portal di  sejumlah lokasi pasar dan rumah sakit, yang digagas Bupati HST non aktif H Abdul Latif, dan direalisasi 2016 lalu, rupanya menarik perhatian daerah lain, untuk menerapkan hal yang sama.

Daerah tersebut, adalah Kabupaten Tabalong, yang khusus datang ke HST, untuk mempelajari penerapan sistm tersebut.

Kepala Bagian Humas Pemkab HST Ramadan, Kamis (22/3/2018) menjelaskan, Selasa lalu, Pemkab Tabalong bersama DPRD Tabalong melakukan kunjungan kerja ke Pemkab HST, yang diterima Plt Kepala  Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Muhammad Yani serta Kepala DInas Pengelolaan Pajak dan Retrebusi Daerah, Syahruli di Aula Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dan Asisten Bidang Pemerintahan Ainur Rafik.

Baca: Bikin Merinding, Nike Ardilla Disebut Guru Sekumpul Tak Ditanya Malaikat di Dalam Kubur karena Ini

Baca: Inul Daratista Pernah Diangkat Anak oleh Guru Sekumpul, Begini Ceritanya

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Aris Haryanto yang juga ketua rombongan mengungkapkan, pihaknya melihat keberanian dan ketegasan Pemkab HST menerapkan pengelolaan parkir sistem elektronik tersebut.

“Kami tertarik pengelolaan parkir secara elektronik ini, karena yang kami lihat tak hanya membuat parkir di kawasan pasar di Barabai menjadi tertata lebih rapi. Tapi juga  meningkatkan pendapatan asli daerah secara signifikan,”katanya.

Diapun meminta penjelasan, bagaimana HST menerapkan hal tersebut, apa saja yang dipersiapkan, hingga anggaran untuk membangun infrastruktur peralatan elektronik, termasuk kepelengkapan portal serta sumberdaya operasionalnya.

Baca: Paman Birin Yakinkan Presiden Jokowi Tidak Bakal Ganggu Jemaah Haul Guru Sekumpul

Baca: Jadwal Drawing Grup Putaran Final Piala Thomas dan Uber 2018, Indonesia Berpeluang Bertemu China

Plt Kadis LH dan Perhubungan M Yani menjelaskan, keberhasilan penerapan parkir portal elektronik ini tidak terlepas dari kebijakan dan kemauan yang sangat kuat dari bupati dan  DPRD HST, dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah. Selain itu, didasari keinginan agar pungutan parkir dikelola secara professional, sehingga benar-benar  masuk ke kas daerah.

“Pelaksaaannya di lapangan, tidaklah ringan. Sering ditentang beberapa pihak yang tak memahami kebijakan tersebut. Namun, pemerintah daerah tetap konsisten, sehingga setahun pengelolaan parkir elektronik berjalan, mampu meningkatkan PAD sebesar 200 persen. Dari pendapatan sebelum system portal hanya Rp 1,2 miliar,  menjadi Rp 3,7 miliar," kata Yani.

Penjelasan Yani tersebut, dibenarkan Kepala Dinas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Syahruli. Dia mengatakan, terjadi kenaikan retribusi pendapatan dari pengelolaan parkir elektronik yang mampu memperkuat kemampuan fiskal HST dalam berotonomi daerah."Integritas dan kredibilitas pegawai termasuk petugas jaga parkir menentukan keberhasilan pengelolaan parkir elektronik," katanya.(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help