Home »

Bisnis

» Makro

Bisnis Hotel

PHRI Kalsel: Karyawan Perhotelan yang Berserifikat Mencapai 50 Persen

Menurut Dodot pihaknya rata-rata menyelenggarakan 200 sertifikasi profesi kepada para karyawan angota PHRI

PHRI Kalsel: Karyawan Perhotelan yang Berserifikat Mencapai 50 Persen
Achmad Maudhody
Seorang karyawan perhotelan saat menjalani tes kompetensi di hadapan seorang asesor di Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak hanya dari sisi fasilitas fisik hotel namun sisi pelayanan juga menjadi fokus, diantaranya melalui sertifikasi profesi para karyawan perhotelan.

Dijelaskan Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kalsel, Dodot Wahyudi, hingga saat ini sudah hampir 50 persen karyawan anggota PHRI yang sudah kantongi sertifikat profesi.

Menurut Dodot pihaknya rata-rata menyelenggarakan 200 sertifikasi profesi kepada para karyawan angota PHRI Provinsi Kalsel setiap tahun.

Baca: Haul Guru Sekumpul Berdampak Ini pada Bisnis Hotel di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar

Sertifikasi tersebut bekerjasama dengan pemerintah baik dari Kementrian Pariwisata, Pemerintah Provinsi, maupun Kabupaten dan Kota.

"Selama ini memang cukup banyak dibantu Kementrian, diharapkan pemerintah daerah bisa tetap dan lebih berperan lagi membantu dan memperhatikan terkait sertifikasi bidang ini," kata Dodot.

Hal ini juga sebenarnya sudah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan dan ditegaskan Peraturan Menteri bahwa seluruh profesi diwajibkan bersertifikat.

Baca: Prediksi dan Jadwal Siaran Langsung Bali United vs PSMS Medan Gojek Liga 1 Malam Ini Live Indosiar

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhak pun berpendapat demikian.

Bahkan Ia berencana pihaknya juga akan ikut berperan dalam sertifikasi karyawan di sektor perhotelan dan restoran.

"Nanti di APBD Perubahan bisa direncanakan untuk sertifikasi tingkat Kota Banjarmasin. Tapi pihak hotel juga harus aktif berkolaborasi, tidak akan bisa pemerintah membiayai semuanya," kata Ikhsan.

Dijelaskan Ikhsan, sertifikasi di bidang perhotelan semakin penting karena juga menjadi syarat sebagai tanda daftar usaha pariwisata (TDUP).

"Kalau job-job tidak terpenuhi sertifikasinya akan susah dikeluarkan TDUP nya," kata Ikhsan. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help