Kriminalitas Tanahlaut

Tiga Bendahara Desa Ambungan Meringkuk di Penjara karena Terjerat Kasus APBDesa

Informasi yang tercantum di panel data rumah tahanan Polres Tanahlaut, tertera tiga nama dalam kasus dugaan tindak pidana

Tiga Bendahara Desa Ambungan Meringkuk di Penjara karena Terjerat Kasus APBDesa
mukhtar wahid
Juru bicara Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Stirman Eka Priya Samudera 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tiga Bendahara Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut terjerat kasus Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2016 lalu.

Itu terpantau Banjarmasinpost.co.id, saat Kepala Desa Ambungan, Salim dan Ketua Kerukunan Kepala Desa se Kecamatan Pelaihari, Hidayat Noor bersama orangtua satu tersangka sedang membesuk di sel Mapolres Tanahlaut, belum lama ini.

Informasi yang tercantum di panel data rumah tahanan Polres Tanahlaut, tertera tiga nama dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi, yaitu Turis, Dwi dan Fafan.

Dihubungi Banjarmasinpost.co.id secara terpisah, juru bicara Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Stirman Eka Priya Samudera membenarkan pihaknya menerima surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP.

"Secara detailnya akan kami ekspos jika perkaranya dilimpahkan atau diteliti jaksa Tindak Pidana Khusus. Kami baru menerima SPDP saja, untuk kasus satu bendahara," katanya Stirman Eka Priya Samudera dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (24/3/2018).

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan usai acara temu FKUB dan masyarakat di Aula Satya Brata Polres Tanahlaut, membenarkan anak buahnya mengamankan bendahara desa.

AKBP Sentot Adi Dharmawan berjanji akan mengekspos kasus bendahara desa yang diamankan setelah tuntas penyelidikan anggotanya.

Informasi dihimpun, Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Tanahlaut mengamankan tiga bendahara desa Ambungan untuk kepentingan penyelidikan.

Kepala Desa Ambungan, Salim menjelaskan kepada Banjarmasinpost.co.id, bahwa ketiga bendahara desa yang diamankan itu terkait minimnya data dukung realisasi penggunaan dana APBDesa 2016.

"Tiga Bendahara Desa saya yang diamankan. Semua karena tidak ada data pendukung penggunaan dana dalam APBDesa 2016 lalu," katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help