Berita Kalteng

Konsultan Asal Jerman Ini Bawa Kabar Gembira Bagi Petani Gunungmas dan Katingan

Melalui lembaga Fairventures Worldwild (FVW) gGmbH yang merupakan organisasi non-profit yang begerak dalam bidang lingkungan

Konsultan Asal Jerman Ini Bawa Kabar Gembira Bagi Petani Gunungmas dan Katingan
faturahman
Direktur Utama, lembaga Fairventures Worldwild (FVW) gGmbH asal Jerman, Johannes Schwegler saat menunjukkan lembaran kayu sengon yang dibentuk jadi plywood. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,PALANGKARAYA - Upaya pemanfaatan lahan tidur yang banyak terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah mendapat perhatiaan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Negara Jerman.

Melalui lembaga Fairventures Worldwild (FVW) gGmbH yang merupakan organisasi non-profit yang begerak dalam bidang lingkungan dan pelestarian alam dengan tujuan mendukung komunitas dan pelaku kegiatan ekonomi berkantor di pusat Stuttgart-Jerman dengan Direktur Utama Johannes Schwegler.

Sebagai konsultan Johannes, kepada Tribun Kalteng.com, Minggu (25/3/2018) mengatakan, salah satu program yang mereka lakukan di Kalteng, khuusnya di Gunungmas dan Katingan adalah melakukan program penanaman 1 juta pohon bahkan lebih yang dikenal dengan 1Mtress.

"Kami ingin memberdayakan masyarakat dibidang lingkungan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas lingkungan, tanah dan lahan terintegrasi dengan misi memberikan motivasi dan mengajak masyarakat untuk melakukan dan memanfaatkan lahan dengan menanam berbagai jenis kayu cepat tumbuh dan bernilai ekonomis," ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan LSM asal Jerman tersebut didukung oleh Pemerintah Jerman melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Konservasi Alam Jerman (BMUB) dan program penanaman satu juta pohon teruma sengon, jabon dan akasia diberikan untuk kalangan umum khususnya petani.

Kayu tersebut nantinya akan dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan kayu plywood, sebagai pengganti bahan kayu yang sebelumnya menggunakan kayu meranti, sehingga di ganti dengan bahan kayu dari tanaman Sengon, Jabon, maupun Kayu Akasia.

Petani yang ikut program tersebut, saat ini jumlahnya cukup banyak bahkan mencapai ribuan orang dengan syarat memanfaatkan lahan tidur dan tidak boleh memotong kayu hutan, tidak membakar lahan, serta tidak menggunakan zat kimia.

"Mereka kami bekali pengetahuan dan bibit serta pupuk, bahkan hasil panen tanaman yang diberikan, kami arahkan di jual ke pemasok kayu sengon dan Jabon di Jawa yang jadi mitra kami," ujarnya. (www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved