Berita Kotabaru

Nelayan Tak Bisa Menggunakan, Alat Tangkap Hanya Ditumpuk Mereka Berharap Ditukar dengan Ini

Sebagian besar nelayan tradisional di Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru masih menantikan adanya penukaran

Nelayan Tak Bisa Menggunakan, Alat Tangkap Hanya Ditumpuk  Mereka Berharap Ditukar dengan Ini
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Ahmad Faisal menunjukan alat tangkap yang ditumpuknya di teras rumah. Sejak dibagikan alat tangkap bantuan pemerintah tidak bisa mereka manfaatkan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sebagian besar nelayan tradisional di Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru masih menantikan adanya penukaran alat tangkap dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kotabaru.

Semenjak empat bulan lalu alat tangkap jenis gilnet (jaring) milenium bantuan Kementerian Kelautan, sebagian besar tidak bisa digunakan hanya ditumpuk di teras rumah.

Bahkan penelusuran banjarmasinpost.co.id di lapangan, selain ditumpuk di teras rumah ada pula jaring hanya diletakan di bahu jalan dibiarkan terkena panas dan hujan.

Baca: Penampakan Kolam Renang Kaca di Lantai 40 Apartemen Mewah di AS! Berani Berenang di Situ?

Jaring bantuan yang semula diperuntukan sebagai penukar alat tangkap lampara dasar itu tidak bisa dimanfaatkan.

Agar tidak rusak, nelayan menumpuknya di dalam rumah.

Mereka lakukan dengan harapan sewaktu-waktu ada penukaran alat tangkap yang bisa mereka gunakan.

"Mulai dibagikan sampai sekarang kami tumpuk karena tidak bisa dipakai," kata Ahmad Faisal salah seorang nelayan, Minggu (25/3/2018).

Baca: Penampilan Terbaru Kahiyang Ayu Sukses Curi Perhatian, Hamil Kok Anggun Banget!

Menurut Faisal, sebagian nelayan tidak menggunakan karena alat tangkap itu, selain tidak cocok dengan lokasi tangkapan mereka, juga tidak didukung perahu mereka miliki.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved