Berita Kotabaru

80 Persen Nasabah Cabut Tabungan di Bank Sampah di Pulau Sebuku karena Hal Ini

Ketidaklancaran pengiriman sampah ke Kotabaru semenjak beberapa bulan lalu, mengancam eksistensi keberadaan bank sampah

80 Persen Nasabah Cabut Tabungan di Bank Sampah di Pulau Sebuku karena Hal Ini
banjarmasipost.co.id/helriansyah
Pengelolaan Bank Sampah di Desa Rampa Pulaulaut Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Sering tersendatnya pengiriman sampah karena besarnya biaya operasional yang dikeluarkan, pascatidak lagi beroperasi truk perusahaan yang dimanfaatkan untuk tumpangan membuat keberadaan bank sampah di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru terancam.

Ketidaklancaran pengiriman sampah ke Kotabaru semenjak beberapa bulan lalu, mengancam eksistensi keberadaan bank sampah karena 75 persen warga tidak lagi datang menimbang sampah ke bank sampah dikelola warga.

Selain antusias warga terus merosot turun, hampir 80 persen warga yang menjadi anggota bank sampah Bangun Bersama kini harus mencabut tabungan mereka.

Spekulasi dilakukan sebagian besar warga karena mereka mewanti, bank sampah Bangun Bersama yang dikelola sejak lama akan tutup.

Baca: Ini Jamu Kuat yang Tak Bikin Cepat Lemas dan Jadi Primadona Pria dan Ibu-ibu di Banjarbaru

Baca: Hadir di Acara Haul, Presiden Jokowi Duduk Berdampingan dengan Kedua Putra Guru Sekumpul

Amat Kaluku, pengelola bank sampah Bangun Bersama, Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku mengatakan selain 80 persen dari 300 anggota yang mencabut tabungan mereka.

Mereka juga meminta setiap penimbangan agar pembayaran dilakukan secara kontan oleh pengelola, karena mereka pemasok sampah dari Desa Sungaibali dan Rampa ini takut sampah sudah ditimbang tidak dibayar.

"Untuk sementara bank sampah memang masih jalan," jelas Amat Kaluku kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (26/3/2018).

Maka dari itu, ia berharap agar bank sampah Bangun Bersama tetap bisa bertahan, pemerintah daerah membatu atau mensubsidi biaya operasional feri penyeberangan setiap pengiriman sampah ke Kotabaru.

"Kalau pemerintah daerah membantu minimal pengiriman sampah ke Kotabaru bisa satu atau dua kali seminggu," harap Amat.(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved