Tajuk

Perilaku Berkendara yang Tertib

Biasanya, kemacetan terjadi saat pagi hari, tepatnya saat masyarakat memulai aktivitas, berangkat bekerja dan mengantar anak ke sekolah.

Perilaku Berkendara yang Tertib
Nia Kurniawan
Kondisi macet di kawasan sungai gardu, Sungai Lulut, Banjarmasin.

KEMACETAN lalu lintas saat ini masih menjadi masalah yang belum terpecahkan di kawasan Jalan Martapura Lama, Sungai Lulut. Dua titik macet itu di kawasan Pasar Sungai Lulut wilayah Kabupaten Banjar, serta kawasan Sungai Gardu wilayah Banjarmasin.

Biasanya, kemacetan terjadi saat pagi hari, tepatnya saat masyarakat memulai aktivitas, berangkat bekerja dan mengantar anak ke sekolah.

Kemacetan juga kerap terjadi sekitar pukul 17.30 Wita ketika masyakat ingin kembali ke rumah selepas bekerja atau melakukan aktivitas lainnya Di luar dua waktu tersebut, kemacetan juga tak terelakkan ketika ada aktivitas pasar tumpah di hari-hari tertentu serta resepsi perkawinan di hari Minggu.

Kemacetan lalu lintas pun kian hari makin berat seiring dengan tekanan bertambah padatnya kendaraan. Sementara, badan jalan di kawasan tersebut relatif sempit. Parahnya, kiri kanan jalan sudah dikepung bangunan sehingga tak memungkinkan lagi jalan diperlebar.

Namun, beberapa waktu lalu, masyarakat setempat mendapat angin segar dengan adanya kabar Pemerintah Provinsi Kalsel akan melakukan penanganan infrastruktur jalan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang menjadi momok masalah setempat.

Salah satu opsinya membuat jalan panggung di atas sungai yang tentunya terlebih dahulu harus melakukan pembebasan lahan dan bangunan sepanjang bantaran sungai setempat.

Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda realisasinya. Sedangkan masalah ini mendesak untuk ditangani. Pemrov Kalsel harus segera berkoordinasi dengan Pemkab Banjar dan Pemko Banjarmasin untuk pembebasan lahannya.

Memang bukan pekerjaan sederhana untuk mewujudkan itu. Tapi jika memang demi peningkatan infrastuktur jalan yang layak bagi masyarakat, sudah seharusnya diperjuangkan. Dan, sembari menunggu realisasi pelebaran jalan, ada beberapa solusi yang setidaknya bisa mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

Semisal, mengoptimalkan peran aparat terkait, entah itu aparat kepolisian atau Dinas Perhubungan.

Keberadaan aparat terkait pada waktu-waktu dan titik-titik yang sering terjadi kemacetan, sangat dibutuhkan untuk mengatur pengendara agar kemacetan bisa cepat terurai.

Contoh sederhana, lihat saja keberadaan relawan warga yang turun jalan mengatur lalu lintas kendaraan. Meski bukan seorang ahli mengatur lalu linas, namaun sedikit banyak cukup membantu mengurai kemacetan. Apalagi bila yang turun petugas yang memang dibekali keahlian mengatur lalu lintas.

Tak kalah penting, kesadaran perilaku pengendara yang tertib berlalu lintas. Masalahnya, salah satu penyebab terjadinya kemacetan parah di kawasan itu adalah perilaku oknum pengendara yang mengabaikan aturan dan etika berlalu lintas, main terobos jalur yang salah.

Misalnya, pengendara yang mau menuju Banjarmasin, justru ada yang mengambil jalur jalan melawan arus menuju ke Sungai Tabuk. Akibatnya, kemacetan tak terelakkan akibat tabrakan arus kendaraan. Padahal jika semua pengendara mau tertib dan melintas di jalur seharusnya, kemacetan arus kendaraan bisa terhindari. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved