Berita Hulu Sungai Tengah

Warga Pedalaman Meratus Desak Pemkab Copot Kades, Kesalahannya Dianggap Fatal

Mereka menyampaikan aspirasi terkait kekecewaan terhadap kepala Desa Abdul Dunduk, yang dinilai tak aspiratif

Warga Pedalaman Meratus Desak Pemkab Copot Kades, Kesalahannya Dianggap Fatal
Hanani
Lebih dari 50 warga Pedalaman Meratus, di Desa Juhu Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah, mendatangi Kantor Bupati HST, Senin (27/3/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Lebih dari 50 warga Pedalaman Meratus, di Desa Juhu Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah, mendatangi Kantor Bupati HST, Senin (27/3/2018).

Mereka menyampaikan aspirasi terkait kekecewaan terhadap kepala Desa Abdul Dunduk, yang dinilai tak aspiratif, tidak transparan dan adanya dugaan penggunaan dana desa tak sesuai aturan.

Warga yang datang kemarin tak hanya warga Juhu, tapi juga didukung warga Meratus lainnya, seperti dari Hinas Kiri, dan Muara Hungi. Warga diterima PLt Bupati HST HA Chairansyah, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, Kasdim 1002 Barabai Mayor Inf Pahrijani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemeirntahan Desa Subhani serta pejabat lainnya.

Baca: Jadwal dan Live Streaming O-Channel Madura United vs Barito Putera Malam Ini, Batal Live di TVOne

Pada kesempatan itu, warga menyampaikan sejumlah tuntutan dan aspirasi warga. Mereka mendesak kepala daerah agar menindak tegas oknum Kades Juhu, yang menurut warga setempat merugikan masyarakat desa dan negara. Dijelaskan, laporan pertanggungjawaban dana kegiatan APBDes tahun 2017 fiktif.

Baca: Guru Honorer Muda Ini Kaget, Tiba-tiba Pria Tetangga Menindih Tubuhnya, Berontak Langsung Dicekik

Lebih dari 50 warga Pedalaman Meratus, di Desa Juhu Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah, mendatangi Kantor Bupati HST, Senin (27/3/2018).
Lebih dari 50 warga Pedalaman Meratus, di Desa Juhu Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah, mendatangi Kantor Bupati HST, Senin (27/3/2018). (Hanani)

“Kegiatan pembangunan fisik hanya 25 persen yang benar-benar direalisasi. Kami sebagai masyarakat menjalankan fungsi kontrol, mempertanyakan realisasi kegiatan yang menggunakan dana desa tersebut,” kata salah satu perwakilan warga.

Warga mengatakan Kades Juhu telah merugikan warga. Oknum kades tersebut, kata mereka pantas diberi tindakan karena sesuai pasal 54 ayat 1 huruf c, ayat 2 huruf b, huruf c, d dan f, tentang pemberhentian Kades, Kades melanggar UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa tersebut.

Warga pun mendesak Plt Bupati HST, agar secepatnya mengambil tindakan, yaitu memberhentikan Kades yang bersangkutan.

“Kepada pihak kepolisian, kami juga meminta agar dilakukan proses hukum atas laporan kami ini, dengan mengusut tuntas dugaan tindakan oenyalahgunaan keuangan desaJuhu. Kami menolak tanpa syarat, jika kades dan perangkatnya memimpin desa kami,” ungkap anggota BPD JUhu, Suriadi.

Lebih dari 50 warga Pedalaman Meratus, di Desa Juhu Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah, mendatangi Kantor Bupati HST, Senin (27/3/2018).
Lebih dari 50 warga Pedalaman Meratus, di Desa Juhu Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah, mendatangi Kantor Bupati HST, Senin (27/3/2018). (Hanani)

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam di ruang Auditorium Pemkab HST itupun dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait pelayanan Kades, yang menurut mereka tak berhasil membawa kemajuan desa, serta tak transparan dalam mengelola dana desa.

Warga akhirnya membubarkan diri, setelah PLt Bupati HST HA Chairansyah menjanjikan segera membentuk tim pencari fakta. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved