Kriminalitas Tanahbumbu

Kakak Beradik Kompak Bisnis Sabu, Akhirnya Jadi Penghuni Sel Polsek Satui

erjasama keduanya memang ditunjukkan sebagai kakak beradik. Sayangnya, pekerjaan yang dilakukannya adalah bisnis haram.

Kakak Beradik Kompak Bisnis Sabu, Akhirnya Jadi Penghuni Sel Polsek Satui
istimewa
tersangka

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kakak beradik ini justru menjalankan bisnis peredaran sabu-sabu bersama-sama.

Kerjasama keduanya memang ditunjukkan sebagai kakak beradik.

Sayangnya, pekerjaan yang dilakukan adalah bisnis haram.

Bisnis sabu mengantarkan mereka ke dalam sel Polsek Satui, menyusul, ketika keduanya diringkus polisi usai bertransaksi.

Kedua pelaku berinisial TT dan CC yang tinggal di Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui kabupaten Tanahbumbu.

Baca: Video Ijab Kabul Kekasih Billy Syahputra dan Kriss Hatta Pernah Hilang, Sempat Bikin Kriss Bingung

Penangkapan terjadi setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat.

Keduanya digrebek di rumahnya di kompleks Griya Pratama Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui, pada Kamis (22/3/18) sekitar pukul 17.15 wita.

Penangkapan dipimpin Wakapolsek Satui Iptu Frederikus dan Kanit reskrimnya Ipda Ayub. Alhasil, pada penggerebekan tersebut ditemukan barang bukti sebanyak 27 paket sabu.

Baca: Wajah Ruben Onsu Berubah Menghitam dan Berjerawat, Ruben:  “Tidur Aja Berantem Sama Waktu”

Melihat barang tersebut, pelaku langsung digelandang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Kapolsek Satui AKP Apri, Selasa (27/3/18) kedua kakak beradik tersebut laki-laki dan perempuan bekerjasama mengedarkan sabu-sabu.

Hal itu cukup membuat terkejut karena mereka bersaudara justru berbisnis seperti itu bukannya saling menasehati bahwa perbuatan itu salah.

Mereka digrebek dengan barang bukti 27 paket sabu dan dua telepon seluler.

Baca: Mulai 9 April Aplikasi Uber Nonaktif, Bagaimana Nasib Pengguna dan Drivernya?

"Miris melihat kedua pelaku yang merupakan kakak beradik. Tapi komitmen Polsek Satui untuk menekan dan berupaya menindak penjual dan juga bandar narkoba akan terus dilakukan. Dan para bandar narkoba tidak ubahnya seperti orang yang ikut arisan yaitu suatu saat pasti akan keluar dan ketemu namanya. Sebab itu, sesuai dengan perintah pimpinan, Kapolda dan Kapolres untuk perang terhadap narkoba dan obat obatan terlarang," katanya.

Sementara untuk kedua pelaku pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat ( 2 ) Sub Pasal 132 Ayat ( 1 ) Jo Pasal 112 Ayat ( 2 ) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara.

(Banjarmasinpost.co.id/ Man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help