Hal Ini Jadi Penyebab Pembuatan dan Perpanjangan SIM Bakal Lebih Ketat

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan kalau pemohonan SIM

Hal Ini Jadi Penyebab Pembuatan dan Perpanjangan SIM Bakal Lebih Ketat
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Ilustrasi pembuatan SIM 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Angka kecelakaan lalulintas masih cukup tinggi meski ada penurunan.

Angka kecelakaan menurun sekitar 6 persen pada 2017 dibanding tahun 2016.

Pada 2016 tercatat 105.374 kasus, sementara tahun lalu sebanyak 98.419 kali.

Di tahun 2017, tercatat 24.213 orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas dan luka berat 16.159 orang.

Sementara 2016 ada 25.859 orang, dan luka berat 22.939.

Baca: Hal Mengejutkan Terjadi Usai Skuat Persija Bikin Video Permintaan Maaf untuk Suporter Persib, Viking

Baca: Curhat Gunawan Dwi Cahyo Soal Video Pemain Persija yang Diduga Lecehkan Suporter Persib, Viking

Bisa dibilang kalau ini merupakan penurunan sekitar 29 persen.

Menanggapi hal tersebut, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan kalau pemohonan SIM lebih diperketat lagi.

"Ketika melakukan perpanjangan itu harus dicek juga apakah dia masih memenuhi kelayakan menggunakan mobil atau tidak, jangan seperti sekarang ini," ujar Sony.

Karena sekarang ini, pembuatan SIM sangat mudah dan tingkat kecelakaan menjadi tinggi.

"Anak muda yang baru bisa mengendarai mobil atau sepeda motor itu cukup banyak jadi penyumbang kecelakaan di jalan raya. Jadi semuanya harus lebih diperketat lagi," tegas Sony, dikutip dari Kompas.com Rabu (28/3/2018).

Editor: Murhan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help