Berita Kalteng

Resti Bersama Ratusan Pelajar Ternyata Senang Diberikan Pelatihan Video Pendek

Ada sebanyak, 200 pelajar dan mahasiswa se-Kota Palangkaraya yang mengikuti kegiatan pembuatan video pendek

Resti Bersama Ratusan Pelajar Ternyata Senang Diberikan Pelatihan Video Pendek
faturahman
Kegiatan workshop pembuatan video pendek yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah, yang digelar, Rabu (27/3/2018) diikuti sebanyak 200 pelajar dan Mahasiswa 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kegiatan workshop pembuatan video pendek yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah, yang digelar, Rabu (27/3/2018) berlangsung semarak.

Ada sebanyak, 200 pelajar dan mahasiswa se-Kota Palangkaraya yang mengikuti kegiatan pembuatan video pendek tersebut. Bahkan, pemateri yang memberikan pelatihan merupakan praktisi dan insan perfilman nasional, yaitu, Swastika Nohara, dan Hasanuddin Mattenga yang terlibat dalam pembuatan film ada apa dengan cinta.

Pantauan dalam kegiatan tersebut, sejumlah pelajar dari berbagai sekolah dan mahasiswa tampak serius mengikuti pelatihan yang di gelar selama setengah hari tersebut, apalagi yang memberikan materi dengan santai, namun serius.

Resti salah seorang pelajar mengatakan, sangat suka dengan ikut dalam kegiatan tersebut, karena bisa menambah ilmu mereka dalam pembuatan film pendek tersebut, karena dengan ikut kegiatan tersebut langsung diberikan oleh ahlinya.

Bukan hanya itu, pengalaman yang diberikan oleh Khoirul, salah satu mantan teroris yang terlibat dalam upaya pengeboman kedutaan besar Myanmar di Jakarta, 2013 silam, Selasa (27/3/2018) hadir di Palangkaraya,juga menjadi masukan bagi pelajar agar tidak terpengaruh bujuk rayu para teroris.

Workshop pembuatan video pendek dengan tema “Menjadi Indonesia”, digelar, Rabu (8/3/2018) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, selain memberikan materi tentang pembuatan film pendek, panitia juga mendatangkan seorang mantan teroris yang memceritakan pengalamannya saat salah dalam melangkah, dan jangan sampai kemudian ditiru oleh orang lain.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah, H Nurul Edy, mengatakan, pihaknya melibatkan pelajar agar bisa menangkal sejak dini jika ada faham radikal yang ingin mempengaruhi, pembuatan video pendek, hasilnya juga akan dipertandingkan secara nasional."Mereka bisa berekpresi biarkan saja," ujarnya. (www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help