Advertorial

Profesor Idiannor Minta Pimpinan PTS Selalu Memperhatikan Mutu

Koordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Idiannor Mahyudin mengajak para dosen yang belum mempunyai jabatan

Profesor Idiannor Minta Pimpinan PTS Selalu Memperhatikan Mutu
Dok Kopertis Wilayah XI Kalimantan
Koordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan Profesor Idiannor Mahyudin (memakai topi) saat memberi pembekalan di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Koordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Idiannor Mahyudin, selalu mengingatkan kepada Pimpinan perguruan tinggi swastas (PTS) agar memperhatikan Mutu PTS, peningkatan layanan kepada mahasiswa, jabatan fungsional dosen, jurnal internal setiap program studi serta menjalankan Tridharma Perguruan TInggi dengan baik agar menjadi dosen yang profesional dan meningkatkan prestasi kemahasiswaan.

Idiannor menyampaikan itu saat kunjungan kerja di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (27/32018) sampai Rabu (28/3/2018). 

Kunjungan Kerja ini membawa agenda rutin yaitu pembinaan, pengawasan dan pengedalian (bindalwas) kepada PTS yang merupakan tugas fungsi utama Kopertis, khususnya Kopertis Wilayah XI dalam meningkatkan mutu akreditasi PTS se Kalimantan.

Pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Koordinator Kopertis Wilayah XI ini, merupakan suatu wujud nyata dan kesungguhan beliau dalam mengemban Amanah dari Menristekdikti RI.

"Di Kabupaten Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun hanya mempunyai PTS, sebagai sarana masyarakat untuk melanjutkan Pendidikan ke Pendidikan Tinggi. Oleh karena itu, Pihak Kopertis bersama dengan Pihak PTS di Pangkalan Bun, harus bergandengan tangan untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi, dengan motto kami "gentong terasi" bergotong royong dalam peningkatan akreditasi terintegerasi," katanya.

"Dengan Mutu yg baik akan memberikan dampak minat masyarakat setempat untuk memasuki PT di daerahnya dan melahirkan alumni alumni yang berkualitas. Alumni yang berkualitas, akan berpengaruh pada pembangunan di daerah, khususnya daerah Pangkalan Bun" ucap Idiannor menegaskan.

Menurut Idiannor, demografi yangg begitu luas, medan jalan yang menantang dan cuaca yang ekstrem, tidak akan menyurutkan semangat pihaknya untuk melakukan bindalwas kepada PTS se-Kalimantan. "PTS se Kalimantan harus berlari dan melompat untuk meraih akreditasi Optimal, Minimum B," kata Idiannor.

Pimpinan Kopertis Wilayah XI Kalimantan Profesor Idiannor Mahyudin bersama perwakilan perguruan tinggi swasta di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng.
Pimpinan Kopertis Wilayah XI Kalimantan Profesor Idiannor Mahyudin bersama perwakilan perguruan tinggi swasta di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng. (Dok Kopertis WIlayah XI Kalimantan)

Arahan yang diberikan Koordinator Kopertis Wilayah XI Idiannor Mahyudin di Universitas Antakusuma Pangkalan Bun, Rabu (27/3/2018), menitikberatkan pada kualitas tenaga pengajar. Jabatan Fungsional dosen dan sertifikasi dosen, sangatlah berpengaruh pada mutu suatu Perguruan tinggi.

Dalam kesempatan ini Indiannor, mengajak bagi para dosen yang belum mempunyai jabatan fungsional harus segera mengurus jabatan fungsional. Bagi yang sudah Lektor harus cepat Lektor Kepala, kemudian persiapkan Guru besar, serta yang belum bersertifikasi secepatnya harus sertifikasi.

Selain itu, dosen dan unsur pimpinan diminta dalam 2 minggu sekali melakukan pertemuan, untuk membahas apa yang akan dilakukan untuk peningkatan mutu, PKM, tugas akhir atau skripsi mahasiswa dalam bentuk coffe morning atau pun dalam bentuk lainnya.

Adapun topik tugas akhir atau skripsi harus berkualitas, agar dapat diangkat menjadi sebuah jurnal dan program kreativitas mahasiswa (PKM). "Fokus pada mengangkat tema daerah, kekayaan lokal daerah baik dalam pengembangan pariwisata, pengembangan teknologi, pengembangan perekonomian, agar pembangunan daerah dapat terbantu oleh PT di daerah masing-masing, mahasiswa harus diarahkan dengan terencana dari awal," katanya.

Jurnal internal pun diangkat oleh Idiannor, termasuk jurnal internal wajib dimiliki oleh program studi akan sangat membantu dalam referensi karya ilmiah dosen, membantu dalam karier dosen.

Dia juga meminta segera bentuk forum komunikasi alumni dengan dunia usaha, asosiasi pengusaha, untuk menyiapkan mahasiswa kita dalam dunia kerja dan usaha. Perguruan Tinggi harus mempunyai program tracer study, melakukan job fair bekerja sama dengan dinas tenaga kerja. Sejak dari awal kombinasikan pengajaran pada perguruan tinggi antara teori dan fakta, apabila ada mahasiswa yang produktif segera dirangkul, diberi penghargaan agar mereka menjadi lebih bersemangat.

"Selalu giatkan kehumasan PTS, melewati Website PT, Media Sosial PT, Facebook, Instagram, sampaikan dan upload semua kegiatan kemahasiswaan, prestasi kemahasiswaan, kegiatan kampus, dan lain-lain. Harus disampaikan agar masyarakat mengetahui keberadaan perguruan tinggi kita di Kalimantan," katanya. (aol)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved