Kesehatan

Penjelasan Dokter Soal Anggapan Berhubungan Intim Bikin Miss V Melar

Berkembang anggapan di masyarakat bahwa berhubungan intim menyebabkan vagina tidak lagi "rapat" sehingga kepuasan seksual

Penjelasan Dokter Soal Anggapan Berhubungan Intim Bikin Miss V Melar
banjarmasinpost.co.id/kompas.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berkembang anggapan di masyarakat bahwa berhubungan intim menyebabkan va.gina tidak lagi "rapat" sehingga kepuasan seksual pasangan menurun.

Pemikiran ini ditepis oleh dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Grace Valentine.

"Saat penis akan masuk, vagina memang melonggar secara alami," ujarnya seusai diskusi media yang digelar RSPI di Jakarta, pada Kamis (29/3/2018).

Penetrasi seksual membuat vagin.a terangsang. Lantas, lubang vagina melebar untuk menyesuaikan dengan ukuran penis dan mempermudah hubungan seksual.

Baca: Waspada dan Catat! Daftar 27 Merek Sarden Makarel yang Mengandung Cacing Parasit dari BPOM

Namun para perempuan tidak perlu khawatir. Sebab, tidak selamanya vagina akan melar.
Seusai berhubungan intim, vagina akan segera kembali ke bentuk semula.

"Otot vag.ina itu memang fleksibel," kata Grace. Kendati demikian, kekencangan vagina memang akan berkurang seiring pertambahan usia.

Ini terjadi ketika perempuan memasuki masa menopause, di mana produksi estrogen menurun.

Akibatnya, kemampuan sel dan jaringan va.gina menurun, kekuatan otot panggul berkurang, vag.ina menjadi tidak elastis, dan begitu pula mulut vagina dan leher rahim.

Grace juga menyebut bahwa persalinan turut membuat vagi.na merenggang. Otot vagina dan otot panggul yang semula sempit secara otomatis menjadi lebih lebar agar bayi bisa keluar.

Halaman
12
Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help