Raih Rupiah Lewat Binis Unik

Begini Dampak Buruknya Membeli Skripsi, Gelar Bisa Dicabut dan Ini yang Terparah!

Menurutnya jasa layanan ini memang sudah diketahui ada bahkan sejak belasan tahun lalu.

Begini Dampak Buruknya Membeli Skripsi, Gelar Bisa Dicabut dan Ini yang Terparah!
Achmad Maudhody
Haris Faulidi Asnawi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terkait fenomena adanya layanan jasa konsultasi dan bantuan penyusunan skripsi dan tesis di Banjarmasin, Ketua Jurusan Perbankan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Haris Faulidi Asnawi akui hal ini bukan merupakan hal baru.

Menurutnya jasa layanan ini memang sudah diketahui ada bahkan sejak belasan tahun lalu.

Haris menilai jasa layanan seperti ini sebenarnya bisa dengan mudah merusak etika pendidikan karena dijadikan kedok sebagai layanan pengerjaan skripsi.

Jika benar skripsi dikerjakan oleh orang lain dan bukan mahasiswa bersangkutan atau dapat dikatakan membeli skripsi, maka hal tersebut termasuk dalam pelanggaran berat.

"Apalagi ditakutkan jasa seperti ini bisa saja gunakan teknik penjiplakan skripsi lain dan hanya diganti objek penelitiannya saja. Jika masih dalam proses bisa ditolak dan apabila sudah lulus uji skripsi bisa saja dicabut gelarnya," kata Haris.

Hal demikian termasuk merupakan jalan pintas untuk menyelesaikan tahapan skripsi. Hal ini menurutnya disayangkan, karena skripsi merupakan salah satu tahapan penting untuk menguji daya analisa seorang mahasiswa.

Karena merupakan salah satu faktor penting, berhasilnya skripsi seorang mahasiswa juga menjadi pembeda tersendiri antara seorang Sarjana dan lulusan sekolah menengah akhir.

Tak hanya bagi mahasiswa, namun dampak membeli skripsi bisa meluas di dunia kerja karena kemampuan tidak sesuai dengan harapan pemberi kerja.

"Ini ujung-ujungnya juga bisa merusak nama almamater. Jadi seharusnya bisa dihindari dan dipahami apa sebenarnya tujuan skripsi tersebut yaitu untuk latih daya analisa," kata Haris. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved