Berita Banjarmasin

Puluhan Kasus PHK Masuk ke Dinas Koperasi Banjarmasin, 5 Persen Lanjut ke Pengadilan

Dimana pemberhentian itu merupakan PHK yang dilakukan melalui perusahaan. Entah itu karena habis kontrak atau efisiensi perusahaan.

Puluhan Kasus PHK Masuk ke Dinas Koperasi Banjarmasin, 5 Persen Lanjut ke Pengadilan
net
Ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Baru tiga bulan tahun 2018 berjalan. Namun dalam masa itu sudah puluhan kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi. Terlebih data itu telah masuk ke Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Ketenagakerjaan sebagai instansi yang menanganinya.

Dari data yang disampaikan oleh Kabid Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin, Lefina Yohana Rottie, pada bulan Januari saja sudah ada 83 kasus yang memberhentikan pekerjanya.

Dimana pemberhentian itu merupakan PHK yang dilakukan melalui perusahaan. Entah itu karena habis kontrak atau efisiensi perusahaan.

"Dari semua pengaduan yang masuk, 70 persen diselesaikan di tingkat perusahaan dan sisanya 30 persen di mediasi, di bawah lima persen itu berlanjut ke pengadilan," ucap Lefina, Jumat (30/3/2018).

Kabid Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin, Lefina Yohana Rottie,
Kabid Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin, Lefina Yohana Rottie, (Isti Rohayanti)

Selain perusahaan yang memberikan laporan tentang PHKnya ke dinas, Lefina mengatakan tidak sedikit pula yang melaporkan kasus mereka ke instansi tersebut. Terlebih apabila si tenaga kerja merasa tidak adanya keadilan atau tidak sesuai sistem.

Diketahui, 2018 ini, Lefina mengatakan hingga Februari, ada 144 kasus yang masuk. Dari kasus itu ada 151 tenaga kerja yang melakukan pengaduan. Akan tetapi ibisa diselesaikan melalui mediasi dan sebagian selesai pada perusahaan.

Dari semua kasus, Lefina mengatakan rata-rata lebih banyak selesai diperusahaan. Karena setelah mengadu ke dinasnya, pihaknya pun mengarahkan untuk berunding ke perusahaan. Sehingga akhirnya bisa selesai di perusahaan.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved