Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

ABG Mabuk Lem Ini Kepergok Mau Bacok Pengujung Acara Musik, Tapi Keburu Diamankan

Beruntung niat jahat tersebut berhasil digagalkan sejumlah anggota TNI yang saat itu berada di stadion yang berlokasi di Jalan Mandingin Barabai HST.

ABG Mabuk Lem Ini Kepergok Mau Bacok Pengujung Acara Musik, Tapi Keburu Diamankan
banjarmasinpost.co.id/tribunnews.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Diduga gara-gara ngelem, seorang ABG inisial FR (16), warga Desa Banua Hanyar, Kecamatan Pandawan Hulu Sungai Tengah, mabuk, dan hendak melakukan pembacokan terhadap seorang penonton di sebuah acara pertujukkan musik di Stadion Murakata Barabai, Sabtu (31/3/2018) pukul 23.30 Wita.

Beruntung niat jahat tersebut berhasil digagalkan sejumlah anggota TNI yang saat itu berada di stadion yang berlokasi di Jalan Mandingin Barabai HST.

Baca: Wow! Kakek Berusia 68 Tahun Ini Punya Wajah dan Bodi Bak Remaja 20 Tahunan, Ini Rahasianya

Informasi yang dihimpun BPost, kondisi FR sedang mabuk lem Fox, yang dia hirup bersama teman-temannya. Saat itu, FR dan sekelompok teman-temannya juga ikut menyaksikan pertunjukan musik di halaman stadion, bersama penonton lainnya.

"Saat di tengah kerumunan itu, ada yang tersenggol tubuh FR sambil berjalan menerobos kerumunan. FR yang tersenggol marah, kemudian mengajak teman-temannya untuk berkelahi. Saat itu FR membawa senjata tajam jenis pisau penusuk," ungkap salah satu saksi.

Baca: Live Indosiar! LIVE STREAMING Sriwijaya FC vs Persib di Indosiar dan Vidio.com Malam Ini

Beruntung, niat FR yang ingin membacok orang yang menyenggolnya itu berhasil dicegah aparat keamanan. Seorang anggota TNI langsung mengamankan FR, yang dalam kondisi setengah sadar tersebut.

Remaja ABG yang usianya belum genap 17 tahun tersebut kemudian diserahkan ke pihak kepolisian yang juga bertugas mengamankan lokasi pertunjukan musik, yang saat itu menghadirkan group band Jikustik dari Jakarta.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, melalui Humas Polres HST Bripka M Husaini, Minggu (1/4/2018) menjelaskan, tersangka yang dianggap masih anak-anak tersebut dijerat pasal 2 ayat 1 Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam.
"Tersangka dan teman-temannya berhasil dicegah saat hendak berkelahi. Mereka langsung membubarkan diri begitu beberapa anggota TNI mendatangi lokasi. Jadi tak sempat terjadi perkelahian tersebut," katanya.

Dijelaskan, saat ditangkap, di area parkiran mobil halaman stadion tersangka membawa sebilah pisau penusuk yang dia sembunyikan di pinggang sebelah kanan.

"Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres untuk proses hukum," kata Husaini.

Diapun mengimbau para orang tua, agar lebih mengawasi anak-anaknya, jagar tak keluar rumah hingga larut malam. Juga agar mengawasi mereka dari lingkuran pergaulan yang tak baik dan menjerumuskan.

Lem fox memang banyak disalahgunakan anak-anak dan remaja, dengan cara menghirup lem tersebut, hingga membuat penggunanya mengalami mabuk. Informasi dari kalangan masyarakat, harga lem jenis ini lebih murah ketimbang alkohol cap gajah, yang juga sering disalahgunakan. Harga satu kaleng lem fox ukuran kecil, Rp 3000.

"Anak-anak yang tak punya duit pun memilih lem fox, karena tak mampu membeli gajah,"ungkap seorang warga. Warga pun berharap, pihak Dinkes maupun guru di sekolah, memberikan pemahaman terhadap dampak buruk menghirup lem, minum alkohol, penyalahgunaan obat, hingga narkoba. "Jadi jangan hanya sosialisasi bahaya narkoba, tapi juga bahaya ngelem bagi kesehatan, mereka harus diberitahu,"kata warga tadi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help