Berita Hulu Sungai Selatan

Di HSS yang Kena Tilang Naik, Tapi Jumlah Teguran Menurun

Operasi Keselamatan Intan 2018 diwilayah HSS sudah dilaksanakan dengan maksimal sejak 5 Maret hingga 25 Maret lalu.

Di HSS yang Kena Tilang Naik, Tapi Jumlah Teguran Menurun
aprianto
Satuan lalu lintas Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) terus melakukan giat sosialisasi penertiban berlalu lintas di wilayah HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Satuan lalu lintas Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) terus melakukan giat sosialisasi penertiban berlalu lintas di wilayah HSS.

Operasi Keselamatan Intan 2018 diwilayah HSS sudah dilaksanakan dengan maksimal sejak 5 Maret hingga 25 Maret lalu.

Berbagai kegiatan dilaksanakan oleh Satlantas Polres HSS, mulai dari kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas ke sekolah, ke masyarakat umum hingga teguran dan penilangan langsung di lapangan kepada pengendara yang tidak tertib berlalu lintas sudah dilaksanakan.

Kegiatan tertib berlalu lintas terus dilakukan agar bisa menekan dan meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data Satlantas Polres HSS selama operasi berlangsung 21 hari tersebut, untuk angka kecelakaan masih sama dengan tahun 2017 yaitu ada satu kasus.

Pada 2017 lalu saat giat yang sama, ada satu kasus kecelakaan yang terjadi dengan ada satu orang korban mengalami luka berat. Sedangkan pada 2018 ini dari satu kecelakaan ada tiga korbannya. Satu orang luka berat dan dua orang lagi luka ringan

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK melalui Kasat Lantas AKP Supriyatno mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas untuk menekan angka kecelakaan di wilayah HSS.

Selain itu, pada Operasi Keselamatan Intan 2018, Satlantas Polres HSS melakukan penilangan sebanyak 217 kasus. Sementara pada 2017 tidak ada penilangan saat giat operasi yang sama dilaksanakan.

Untuk teguran yang dilakukan pada giat itu ada sebanyak 2.850 pengendara. Jumlah ini menurun dibanding pada 2017 lalu yang jumlah teguran mencapai 3.169 pengendara.

Pelanggaran pengendara yang ditilang selama giat pada 2018 ini memang meningkat dibanding 2017.

Meningkatnya jumlah angka tilang seiring kinerja petugas yang aktif memantau pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas dengan kesalahan yang fatal dan membahayakan pengendara itu sendiri.

"Giat tilang yang dilaksanakan demi keselamatan pengendara. Selain itu untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas supaya meminimalisir terjadinya kecelakaan," katanya, kemarin.

Selain angka tilang yang naik, angka kerugian materi di operasi keselamatan tahun ini juga mengalami peningkatan. Jika tahun 2017 lalu nihil atau tidak ada. Tahun 2018 kerugian materil ada sebesar Rp 2,5 juta.

Pihaknya berharap, melalui operasi keselamatan intan yang sudah dilakukan pengendara semakin sadar. Pengendara bisa lebih tertib berlalu lintas. Pihaknya mengingatkan bahwa aturan yang ada bukan untuk dilanggar namun dipatuhi untuk keselamatan pengendara (BANJARMASINPOST.CO.ID/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved