Paradok

Pemerintah Orde Baru korup luar biasa, pejabat dan keluarganya panen hingga negara nyaris ambruk tapi DPR nya kasihan, puasa melulu.

Paradok
Dok BPost
Pramono BS 

Kalau melihat ciri-ciri di atas wajar saja kalau kehidupan politik di Indonesia ini tidak semakin maju tapi semakin mundur. Yang menonjol cuma nafsu berkuasa dan bikin parpol karena parpol di Indonesia menjanjikan hidup makmur dan jabatan empuk.

Mengritik pun sekarang sudah tidak pakai fatsun (sopan santun) lagi. Misalnya pemerintah mati-matian melindungi tanah rakyat agar tidak dicaplok pihak lain. Jutaan sertifikat dibagikan secara cuma-cuma, tahun 2018 ini ditargetkan 7 juta. Tapi seorang tokoh politik mengatakan pembagian sertifikat itu hanya pengibulan atau bohong-bohongan karena 74 persen tanah justru dikuasai pihak tertentu. Tapi seandainya tanah rakyat tidak dilindungi 100 persen bisa jadi milik pihak tertentu.

***

Kritik lain yang lebih pedas juga ada. Katanya Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Ini diucapkan tokoh politik yang sedang ancang-ancang mau jadi Presiden, kalau terpilih.

Mengomentari banyaknya pembangunan jalan tol Wakil Ketua DPR dari Gerindra Fadli Zon pernah berkomentar ketus: “Memangnya rakyat mau disuruh makan beton?”

Sepertinya kritik-kritik sejenis ini masih akan terus bergema sampai pemilu/pilpres 2019 karena targetnya memang kesana.

Saya ingin mengemukakan contoh, begitu resmi menjadi Presiden Amerika Serikat, salah satu program Presiden Donald Trump adalah menghapus Obamacare, sebuah undang-undang tentang perlindungan kesehatan bagi warga AS yang tidak dilindungi asuransi. Partai Republik sebagai pendukung Trump pun sepakat. Program kesehatan Obamacare harus dihapus diganti dengan RUU yang digagas oleh Trump.

Apa yang terjadi? Ternyata tidak semua senator Republik setuju. 24 juta warga negara yang tidak memiliki asuransi kesehatan pun lega karena tagihan medis akan jadi tanggung jawab pemerintah. Gambaran di atas menunjukkan sebuah negara demokrasi yang sehat dengan oposisi yang cerdas. Yang berkuasa Republik, yang ingin menghapus Obamacare juga Republik tapi toh gagal juga.

Di sini oposisi yang penting beda dengan pemerintah, kritik pedas banyak bermuasal dari perasaan iri dan dengki sehingga yang muncul pernyataan yang tidak logis. Nuansa inilah yang mewarnai DPR sehingga wajar muncul paradoksal yang tajam dengan pemerintah. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help