Berita Kotabaru

Satu Keluarga Mualaf Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat, Begini Kebahagiaan Warga Pulau Sebuku

Mereka satu keluarga menyatakan memeluk agama Islam setelah mengucapkan Dua Kalimat Syahadat dipimpin salah seorang tokoh agama di wilayah tersebut.

Satu Keluarga Mualaf Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat, Begini Kebahagiaan Warga Pulau Sebuku
helriansyah
Bripka Habibi Husain, Bhabinkamtibmas Desa Rampa, Polsek Pulau Sebuku ikut menyaksikan satu keluarga yang memeluk agama Islam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Suasana gembira menyelimuti ruang Masjid Baiturrahman, Desa Ujung, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru. Suasana itu menyusul diselenggarakannya kegiatan sakral, satu keluarga yang menyatakan memeluk agama Islam alias jadi mualaf, Minggu (1/4/2018).

Mereka satu keluarga menyatakan memeluk agama Islam setelah mengucapkan Dua Kalimat Syahadat dipimpin salah seorang tokoh agama di wilayah tersebut.

Adalah Yohanes Toding, Lestati, Ari Kristian Pombira, dan Monita Aprilia.

Pengucapan Dua Kalimat Syahadat dibimbing salah seorang tokoh agama, selain juga disaksikan petugas kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Pulau Sebuku Drs H Aliansyah.

Baca: Video Cuplikan Laga Sriwijaya FC vs Persib Bandung yang Berakhir 3-1, 106 Detik Balikkan Skor

Sekretaris Desa Tanjung Mangkok Gusti Syamsir Alam, staf kecamatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Selain itu juga disaksikan anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Sebuku yang juga Bhabinkamtibmas Desa Rampa Bripka Habibi Husain.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK melalui Kapolsek Pulau Sebuku Iptu Sahropi, pada kesempatan itu mengatakan, diharapkan kegiatan ini sekaligus dapat menjalin silaturahmi dan hubungan yang baik antara Polsek Pulau Sebuku dengan tokoh agama, pemuda dan masyarakat.

Baca: Klasemen Liga 1 2018, 1 April 2018 Usai Sriwijaya FC Taklukkan Persib 3-1, PSM di Puncak

Maka dari itu, kata Sahropi, pihaknya melalui Bhabinkamtibmas selalu melaksanakan koordinasi untuk menciptakan situasi yang aman di lingkungan.

Oleh karena itu, pada kesempatan itu pula, disampaikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya paham radikal yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengatasnamakan agama

"Kami akan terus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan percaya kepada isu-isu yang belum tau kebenarannya," katanya.

Dengan harapan keberadaan polisi bisa dirasakan di tengah-tengah masyarakat dalam memberikan palayanan dan rasa aman.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved