Saraba Kawa

Ciptakan Wirausaha Baru yang Mandiri, Disnaker Gelar Pelatihan Kursus Menjahit

Usaha untuk mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan wirausaha baru terus dilakukan jajaran Pemkab Tabalong.

Ciptakan Wirausaha Baru yang Mandiri, Disnaker Gelar Pelatihan Kursus Menjahit
Diskominfo Tabalong
Peserta mendengarkan arahan dari perwakilan Disnaker Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Usaha untuk mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan wirausaha baru terus dilakukan jajaran Pemkab Tabalong.

Kali ini wirausaha baru yang mandiri bagi masyarakat Tabalong dan sekitarnya, berusaha diciptakan dengan Pelatihan Kursus Menjahit, Senin (2/4/2018) di Pusat Kuliner Tanjung.

Pelatihan digelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan H5 Tanjung Bersinar dan Komunitas Wirausaha Tabalong.

Terdata jumlah peserta yang ikut pelatihan sebanyak 40 orang terdiri dari 38 perempuan dan 2 orang laki laki.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong yang diwakili Kabid Pelatihan Kerja, H Abdul Kadir, mengatakan, hal ini merupakan bagian visi dan misi pihaknya yang dijabarkan lagi melalui visi misi Bupati Tabalong, salah satunya menciptakan tenaga kerja yang terampil.

Dengan kegiatan diharapkan bisa menciptakan wiarausaha baru, yang nantinya juga akan menambah data wirausaha baru disnaker.

Peserta berfoto bersama perwakilan Dinasker dan pelaksana
Peserta berfoto bersama perwakilan Dinasker dan pelaksana (Diskominfo Tabalong)

Sehingga apa yang dicanangkan Bupati Tabalong dalam masa lima tahun ini target 5 ribu wirausaha di Tabalong bisa tercapai.

“Jadi kepada semua peserta yang ikut pelatihan agar melaksanakannya dengan sepenuh hati, sebab akan berpengaruh dengan ilmu yang akan didapatkan sehingga benar benar bisa dikembangkan sendiri dalam rangka menunjang ekonominya," kata Abdul Kadir.

Sementara itu, Ketua Komunitas Wirausaha Tabalong, Taufiqurahman, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu keterampilan yang kedepannya diharapkan mampu bersaing asalkan memilki jiwa kompetensi.

Sesudah pelatihan ini nantinya peserta diharapkan menjadi profesional dan mengembangkan teknik-teknik menjahit.

"Juga bagaimana cara mengelola, managemen dan marketingnya. Mengingat diera global saat ini, tidak hanya skill tetapi juga mampu berkompetensi serta dalam pengelolaan usaha," katanya.

Satu peserta Pelatihan kursus menjahit asal Tamban, Kalimantan Selatan, Mursyidi megakui keikutsertaan ini karena sejak dahulu sudah ada keinginan ingin belajar menjahit.

“Alhamdulilah saya bisa tergabung dengan pelatihan ini, karena kegiatan seperti ini apalagi gratis sangat jarang ditemui, mudah-mudahan setelah pelatihan ini menjadikan satu modal wirausaha saya dalam meningkatkan perekonomian keluarga,”katanya. (*AOL)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved