B Focus Urban Life

Duh, Pemko Banjarmasin Dianggap Tidak Serius Menangani Persoalan Sungai

Menurut pengamat tata kota yang juga Ketua Dewan Pengurus Prov Kalsel Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia

Duh, Pemko Banjarmasin Dianggap Tidak Serius Menangani Persoalan Sungai
banjarmasinpost.co.id/aya suganto
Penataan kawasan permukiman harus betul-betul menggunakan pendekatan yang manusiawi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menurut pengamat tata kota yang juga Ketua Dewan Pengurus Prov Kalsel Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia, Nanda Febryan Pratamajaya, ST, MT, Kota Banjarmasin merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yang dikenal juga sebagai “Kota Seribu Sungai”.

Tetapi fakta saat ini, banyak permasalahan kota yang sedang dihadapi.

Tiga permasalahan mendasar yang sedang dihadapi Kota Banjarmasin, yaitu MCK, Macet, Calap (banjir) dan Kumuh.

Oleh karena tiga permasalahan ini, dapat merusak citra Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai.

Makin jauhnya kesan Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai terjadi karena pemko tidak serius membuat kebijakan dalam membangun infrastruktur yang sesuai dengan fisosofi Kota Seribu Sungai.

Baca: Waduh, Permukiman di Simpang Pengambangan Bakal Digusur, Bagaimana Nasib Warganya?

Sehingga, semakin marak pembangunan pemukiman penduduk tanpa memperhatikan perilaku alam dan wawasan lingkungan, termasuk pembangunan pertokoan, mal, swalayan dan ruko yang terkadang menggunakan tepian.

Bahkan berada di atas bantaran sungai.

Sehingga pada wilayah sungai, terjadi pendangkalan, penyempitan dan mematikan aliran air.

Tidak tegasnya pemerintah kota dalam menerapkan Perda Kota Banjarmasin Nomor 31 Tahun 2012 tentang Penetapan, Pengaturan, Pemanfaatan Sempadan Sungai dan Bekas Sungai.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved