Ekonomi dan Bisnis

UMKM Ini Pakai Reseller untuk Memasarkan Produknya ke Luar Daerah

Modal dan keterbatasan tenaga pemasaran atau reseler menjadi salah satu faktor yang dihadapi oleh Rebo Hibur Siahaan

UMKM Ini Pakai Reseller untuk Memasarkan Produknya ke Luar Daerah
Banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily
Produk oleh-oleh Mas Boy

BANJARMASINPOST.CO.ID - Modal dan keterbatasan tenaga pemasaran atau reseler menjadi salah satu faktor yang dihadapi oleh Rebo Hibur Siahaan dalam mengembankan usahanya, oleh-oleh Mas Boy.

Dirinya terus berusaha produk Mas Boy bisa diterima secara luas, bahkan menjadi produk unggulan Kalsel.

“Tentunya mendapat perhatian khusus dari dinas terkait dan kami juga berupaya terus menambah reseler,” kata Rebo Hibur Siahaan.

Produk oleh-oleh Mas Boy yakni Amplang Ikan Tenggiri Masboy, Amplang Ikan Haruan Mas Boy, Kerupuk Haruan Mas Boy, Stik Ikan Mas Boy. Beralamat di Jalan Bandarmasih Kompleks DPR RT 38 No 80 GG 6 Banjarmasin.

Menjadi nilai jual produknya adalah dari segi rasa gurih, tidak keras, kemasan kuat, rasa ikannya berasa tanpa bahan pengawet. Harga terjangkau, mulai Rp 13 ribu sampai Rp 20 ribu per bungkus.

Baca: Ini Harga Logis Biaya Umrah Menurut Pengelola Travel di Kalsel

Dirincikannya untuk Amplang Ikan Tenggiri Rp 13 ribu, Amplang Ikan Haruan Rp15 ribu,Kerupuk Haruan Rp 20 ribu, Stik Ikan Rp 13 ribu.

Pemasaran sudah masuk di pusat oleh-oleh di Banjarmasin dan luar kota seribu sungai ini. Bahkan sudah masuk perhotelan, salah satunya di Hotel Aria Barito Jalan Haryono MT Banjarmasin.

“Tentunya kami menyadari, pemasaran tidak hanya secara offline agar bisa maju, tetapi juga melalui media sosial dan tentu saja reseler,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, saat ini reseller ada di Jakarta, Palangkaraya, Sampit Kalimantan Tengah dan pihaknya masih membuka peluang bagi reseler baru.

Baca: Daftar Harga Motor Trail yang Hilang di Parkiran Hotel Novotel yang Bikin Heboh!

Adapun ide awal memulai usaha ketika satu tahun menjelang habis kontrak sebagai customer service perusahaan operator, kemudian berpikir mau berusaha sendiri. Dirinya sempat bimbang karena bukan berlatar belakang pengusaha, terlebih orangtuanya juga bukan wirausaha.

Tentunya jadi kendala bagi saya pribadi, bersyukur pasangan saya adalah alumni akuntasi di Stienas kayutangi jadi saya terbantu,” beber Finalis Nanag Galuh Kalsel 2014 ini.

Usaha oleholeh Mas Boy ini dijalankannya secara berdua, persisnya 2017. Memulai denfan modal yang sangat minim, namun tetap optimistis karena melihat peluang dan potensi besar di Banjarmasin.

Tanpa melupakan ciri khas dari kota ini dan ingin berkontribusi untuk menjadi bagian pelestarian buah tangan oleholeh khas Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help