Penegakkan UU Narkotika

Hati-hati, BNNP Tak Beri Ampun Bagi Pemakai Pil Carnopen

Dengan keluarnya Permenkes No 7/2018, para pengedar obat-obatan jenis carisoprodol atau nama lainnya isomeprobamat

Hati-hati, BNNP Tak Beri Ampun Bagi Pemakai Pil Carnopen
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dengan keluarnya Permenkes No 7/2018, para pengedar obat-obatan jenis carisoprodol atau nama lainnya isomeprobamat, soma, isobamat yang dikenal di pasaran dengan nama somadril, carnophen atau zenith serta PCC, kini menjadi incaran aparat kepolisian dan BNN.

Menutut Brigjen Pol Nixon Manurung, Kepala BNNP Kalsel, pihaknya kesulitan menindak pelaku penyalahgunaan obat-obatan jenis carnpphen atau zenit karena obat-obatan tersebut termasuk ketersediaan farmasi, dan di UU Kesehatan No 36/2009 penegakan hukum dilakukan oleh penyidik Polri dan PPNS.

Namun dengan adanya Peraturan Menteri Kesehatan yang baru menjadikan pihaknya mempunyai kewenangan hukum atas hal tersebut.

Baca: Ngeri, Begini Efek Obat Jenis Carisoprol, dari Halusinasi Hingga Mencelakai Diri

Baca: Puisi Sukmawati Soekarnoputri Dibalas Felix Siauw Bandingkan Konde dan Cadar Adalah Menggelikan

Baca: Joan Tak Kuasa Menahan Tangis di Panggung Indonesian Idol 2018 Saat Duet dengan Penyanyi Ini

Dari pengalamannya selama ini, permasalahan obat-obatan yang biasa disebut zenit hanya ada di Kalimantan Selatan.

“Selama saya bertugas di Riau tidak pernah ada obat-obatan ini dan perlu ditangani semua pihak,” ungkp Nixon.

Yang jelas, tandas dia, dengan adanya Permenkes yang baru, pemakai dan pengedar bisa dijerat dengan UU Narkotika.

“Pendek kata, pengedar atau penggunanya akan kita tindak sesuai UU Narkotika,” ucapnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved