Pentol dan Bakso

Kisah Saufi yang pantang malu mencari rezeki halal itu semoga menginsprirasi siapa saja yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Pentol dan Bakso
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

PENTOL dan bakso, belakangan ini menjadi viral di sosial media, khususnya di Banua ini. Viral yang pertama mengangkat perjuangan Muhammad Saufi siswa kelas XII MAN 3 HSS. Remaja di Kecamatan Daha Utara ini tiap hari mendorong gerobak pentol berjualan di sekolahnya. Saufi mencari nafkah demi menghidupi dirinya dan ketiga adik tercinta.

Meski dia hanya mengambil untung dari hasil penjualan --karena gerobak dan pentol milik orang lain-- namun sekitar empat tahun berjualan, Saufi dan adik-adiknya masih bisa bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Perjuangannya mendapat simpati dan doa dari warganet setelah Kapolsek Daha Utara, Iptu Hilmi Wansyah mengunggah foto-foto Saufi saat mendorong gerobak dan melayani pembeli ke akun Facebook.

Kisah Saufi yang pantang malu mencari rezeki halal itu semoga menginsprirasi siapa saja yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Cerita lainnya datang dari Kabupaten Tabalong. Video bocah penjual bakso keliling yang sedang melayani pembeli, sempat viral di media sosial. Rasa simpati dan prihatin pun ditujukan netizen

kepada belia 13 tahun berinsial MDA tersebut. Mereka heran dan kasihan melihat anak seumur itu sudah harus bekerja keras mencari fulus.

Beruntung tak lama setelah itu, pihak kepolisian merespons. Kapolsek Murung Pudak,

Iptu P Siregar, memanggil ayah dan paman si bocah yang memfasilitasinya berjualan.

Keduanya diberitahu mengenai aturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia tentang Perlindungan terhadap Anak di Bawah Umur. Ditegaskan bahwa tidak benar membiarkan anak berjualan, apalagi malah menyuruhnya berdagang atau bekerja keras membanting tulang.

Di negara kita, setidaknya ada tiga undang undang yang mengatur hal tersebut. Yang pertama,

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-Undang ini mengatur mengenai hal yang berhubungan pekerja anak mulai dari batas usia diperbolehkan kerja, siapa yang tergolong anak, pengupahan dan perlidungan bagi pekerja anak.

Kedua, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 138 Tahun 1973 mengenai Batas Usia Minimum Diperbolehkan Bekerja. Ketiga, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 182 Tahun 1999 mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak.

Pasal 68 UU nomor 13 tahun 2003 menyebutkan bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Dan dalam ketentuan undang undang tersebut, anak adalah setiap orang yang berumur di bawah 18 tahun. Berarti 18 tahun adalah usia minimum yang diperbolehkan pemerintah untuk bekerja.

Berkaca pada cerita di atas dan setelah mengetahui perundang-undangannya, mudah-mudahan kita lebih peka dan peduli kepada orang-orang di lingkungan sekitar. Andai menemukan MDA-MDA lainnya, kalau tak memungkinkan untuk memberi masukan kepada orangtua yang bersangkutan, bisa memberi tahu pihak terkait. Selain itu, dinas terkait juga mestinya lebih aktif dan berani bila menemukan fakta semacam ini. Jangan hanya menunggu laporan dan ramai diperbincangkan orang, baru melakukan action. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help