Penegakkan UU Narkotika

Status Pil Carnophen Masuk Narkotika Golongan 1, UU Narkotika Siap Menjerat Pengguna

Para pengedar dan pemakai pil jenis zenith atau carnopen kini harus berpikir ulang untuk menyalahgunakannya.

Status Pil Carnophen Masuk Narkotika Golongan 1, UU Narkotika Siap Menjerat Pengguna
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Para pengedar dan pemakai pil jenis zenith atau carnopen kini harus berpikir ulang untuk menyalahgunakannya.

Pasalnya, obat psikotropika ini sudah dinaikkan statusnya sebagai narkotika golongan 1.

Otomatis bagi yang menyalahgunakannya bakal dijerat dengan UU Narkortika.

Brigjen Pol Nixon Manurung, Kepala BNNP Kalsel Brigjen membenarkan keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7/2018, pil zenit atau carnophen dan sejenisnya kini masuk dalam narkotika golongan 1.

Baca: Riati, PSK Primadona Pembatuan Hari Ini Disidang, Barang Buktinya Bantal Hingga Kondom

Atas dasar itu, sebut dia, pihaknya akan melakukan penindakan tegas jika ada yang terbukti mengedarkan obat tersebut.

"Karena sudah kewenangan kita tentunya akan kita tindak, apalagi selama ini juga menjadi perhatian kita," ujar Nixon, Senin (2/4).

Baca: Puisi Sukmawati Soekarnoputri Dijawab Kartika Putri, Jika Tidak Tahu Lebih Baik Diam

Yang jelas, dengan keluarnya Permenkes itu, pihaknya memiliki kewenangan melakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang menyalahgunakan obat-obatan tersebut.

"Kita sudah punya kewenangan, selama ini kan kita serahkan ke polda. Kini kita bisa menyidik dan melakukan upaya paksa dan penyidikan karena adanya kewenangan itu," cetusnya.

Baca: Isi Lengkap Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang Disebut Mengandung SARA, Singgung Cadar dan Adzan

Pihaknya juga akan mengkoordinasikan dengan kejaksaan bahwa dengan adanya Permenkes ini BNN sudah ikut penanganannya.

Nixon menghimbau masyarakat jangan menggunakan atau pun mengkonsumsi obat-obatan yang dikenal dengan nama zenit tersebut.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help